Wali Kota Naik Ring, Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Written by on 23 August 2026

SuaraKupang – Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan para petinju muda di atas ring. Di tengah semangat kompetisi, kegiatan yang digelar Pengurus Pertina Kota Kupang itu juga menjadi ruang untuk menggalang solidaritas bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi.

Momen tersebut ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang turun ke atas ring dalam laga ekshibisi melawan Ketua Panitia Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang 2026, Karel Muskanan, di Lapangan Harper, Area Pameran, Jumat (21/8) malam.

Laga ekshibisi itu menjadi bagian dari aksi penggalangan donasi bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana.

Sebelumnya, Christian juga menjadi pihak pertama yang menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Basodara dong tidak sendiri, ketong ada bersama kalian. Satu pulau terguncang, satu NTT ikut merasakan,” ujar Christian saat membuka kejuaraan.

Ia mengatakan, bencana dapat mengguncang tanah, merusak bangunan dan mengubah kehidupan masyarakat dalam waktu singkat. Namun, menurutnya, ada satu hal yang tidak boleh ikut runtuh, yakni harapan.

“Bencana boleh mengguncang tanah tempat kita berpijak, tetapi satu hal yang tidak boleh runtuh adalah harapan kita bersama,” tegasnya.

Christian menilai, aksi di atas ring tersebut menjadi simbol bahwa olahraga tidak hanya berbicara mengenai kemenangan dan kekalahan, tetapi juga dapat menjadi energi untuk membangun kepedulian dan solidaritas sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Christian juga menekankan bahwa olahraga tinju memiliki nilai lebih dari sekadar pertandingan.

Menurutnya, tinju mengajarkan disiplin, tanggung jawab, keberanian serta kemampuan untuk bangkit ketika menghadapi tekanan.

“Tinju mengajarkan kita untuk jatuh dan bangkit kembali. Seorang petinju sejati tidak dinilai dari kerasnya pukulan, tetapi dari kemampuannya untuk bangkit ketika jatuh,” ujarnya.

Ia berharap Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang dapat menjadi ruang pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit petinju potensial dari Kota Kupang dan NTT.

Para atlet muda tersebut diharapkan mampu berkembang dan membawa nama daerah pada berbagai kejuaraan, termasuk menghadapi persiapan menuju PON 2028.

Christian juga mengapresiasi Pengurus Pertina Kota Kupang dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang yang kembali menggelar kejuaraan tersebut.

Kejuaraan Piala Wali Kota Kupang sebelumnya sempat vakum hampir belasan tahun dan kembali digelar sejak 2025 pada masa kepemimpinan Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc.

“Ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Piala bergilirnya kita buat dari bahan daur ulang sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan,” katanya.

Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang 2026 diikuti 66 atlet, terdiri dari 60 atlet putra dan enam atlet putri dari sejumlah sasana binaan Pertina Kota Kupang.

Para atlet bertanding dalam sejumlah kelompok usia, yakni U-12, U-14, U-16, U-18 dan U-36.

Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga berkesempatan membawa pulang hadiah berupa uang pembinaan. Juara pertama mendapat Rp500 ribu, juara kedua Rp350 ribu, dan juara ketiga Rp200 ribu, masing-masing disertai piagam penghargaan.

Untuk pertama kalinya, Piala Wali Kota Kupang juga diperebutkan sebagai piala bergilir. Menariknya, trofi tersebut dibuat dari bahan daur ulang berdasarkan ide Wali Kota Kupang sebagai bagian dari pesan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam sambutannya, Christian juga mengajak generasi muda memaknai semangat kemerdekaan sesuai dengan tantangan zaman.

Jika dahulu perjuangan bangsa Indonesia dilakukan untuk melawan penjajahan, maka generasi saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari penyalahgunaan teknologi, hoaks, narkoba, judi online, kemiskinan, pengangguran, kebodohan hingga ketidakadilan.

“Perjuangan harus kita lanjutkan. Lawannya memang berbeda, tetapi semangatnya tetap sama, yaitu bagaimana kita membangun manusia yang unggul dan berkarakter,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Pertina NTT, Dr. Samuel Haning, mengapresiasi kembali bergeliatnya olahraga tinju di Kota Kupang.

Menurutnya, dukungan Pemerintah Kota Kupang menjadi sinyal penting bagi keberlanjutan pembinaan olahraga tinju dan atlet-atlet muda di daerah.

Ia berharap kejuaraan tersebut dapat terus menjadi ruang bagi para petinju muda untuk berlatih, bertanding dan mengembangkan potensi sekaligus membentuk mental, disiplin dan karakter.

Ketua Panitia Kejuaraan, Karel Muskanan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Pengurus Pertina Provinsi NTT dan Pengurus Pertina Kota Kupang masa bakti 2022–2026.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi agenda terakhir kepengurusan Pertina Kota Kupang periode tersebut di bawah kepemimpinan Elisabeth Waluwandja.

Karel menegaskan, semangat kemanusiaan untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Kupang 2026.

Dengan demikian, pertandingan di atas ring malam itu tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga membawa pesan bahwa olahraga dapat menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian antarsesama.

 

Sumber : Prokopim 


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by