11 Siswa SDI Liliba Keracunan usai Konsumsi MBG
Written by Naya Kia on 25 September 2025
Suara Kupang – Sebanyak 11 siswa SD Inpres Liliba, Kota Kupang, dilarikan ke RS Leona setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (24/9/2025).
Para siswa tersebut diketahui mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, hingga pusing, setelah menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi putih, telur rebus, sayur buncis campur jagung dan wortel, tahu, serta susu milk pro.
Berikut daftar siswa yang mendapatkan penanganan medis:
- TS (12), kelas 5 – sakit perut, mual, pusing
2. TT (11), kelas 5 – sakit perut, mual, pusing
3. YL (10), kelas 5 – perut panas
4. AG (10), kelas 5 – sakit perut, mual
5. QSD (11), kelas 5 – sakit perut, mual
6. TCM (11), kelas 5 – mual, pusing, sakit perut
7. RL (11), kelas 5 – mual, muntah, sakit perut, pusing
8. W (11), kelas 5 – sakit perut, mual, pusing
9. QT (10), kelas 5 – mual, pusing, tenggorokan sakit
10. SB (11), kelas 5 – pusing, mual
11. AB (12), kelas 5 – muntah, pusing
Salah satu siswa, TCM mengaku hanya mengonsumsi nasi dan susu. Tidak lama setelah meminumnya, ia langsung muntah.
“Telurnya basi, baunya menyengat. Tahunya juga tidak enak jadi saya tidak makan. Saya hanya makan nasi dan minum susu, tapi susunya juga rasanya tidak enak, ada bau yang aneh. Habis minum susu saya langsung muntah,” ungkapnya.
Kesaksian ini diperkuat sejumlah siswa lain yang menyebut sebagian menu, terutama telur rebus dan susu, beraroma tidak sedap sehingga sebagian dari mereka enggan menghabiskan makanan tersebut.
Wakil Kepala Sekolah SD Inpres Liliba, Venina Bistolen, membenarkan bahwa makanan yang dibagikan memang sudah tercium aroma basi.
“Makanan didistribusikan ke kelas sekitar pukul 12.15 WITA. Tidak lama setelah itu, kami mendapat laporan bahwa nasi, sayur, telur, bahkan susu sudah berbau tidak sedap,” ungkapnya.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia MBG.
“Kami sudah koordinasi sebelumnya agar makanan yang diberikan higienis dan berkualitas. Namun ternyata belum diterapkan oleh semua dapur. Karena itu, kami akan segera memanggil seluruh penanggung jawab dapur MBG untuk memberikan penegasan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.
Kasus ini kini masih ditangani pihak rumah sakit dan menjadi perhatian serius Pemkot Kupang, mengingat program MBG bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah namun justru menimbulkan insiden keracunan.
Sumber: https://kupang.tribunnews.com/