Sinode GMIT Gelar Pelatihan Juru Bahasa Isyarat Bagi Pengurus Gereja
Written by Naya Kia on 29 August 2025
Suara Kupang – Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menggelar pelatihan juru bahasa isyarat bagi pengurus gereja di wilayah pelayanan Klasis Kota Kupang, Klasis Kota Kupang Timur, dan Klasis Kota Kupang Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 26–27 Agustus 2025 di Gereja Paulus Kupang.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelayanan inklusif bagi insan dengan disabilitas, membekali pelayan gereja dengan dasar bahasa isyarat, serta mendorong tersedianya fasilitas ramah disabilitas di lingkungan GMIT.
Kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang melibatkan penyandang disabilitas sebagai petugas liturgi. Seorang tuna netra, Agustinus Dilak, membacakan Alkitab menggunakan huruf braille, sementara Pratama Risky Jusufi Lodo, juga tuna netra, memainkan organ pengiring ibadah.
Ketua Panitia, Wildrian Ronald Otta, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah awal GMIT dalam menunjukkan keberpihakan pada pelayanan inklusif.
“GMIT memiliki keterpanggilan luar biasa untuk memfasilitasi kebutuhan jemaat, termasuk aksesibilitas bagi berbagai ragam disabilitas,” ujarnya.
Wali Kota Kupang melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Marlen Detaq, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini.
Ia menyebut pelatihan tersebut sebagai langkah strategis menghadirkan Kota Kupang yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Sebanyak 41 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari 8 orang dari Klasis Kota Kupang Timur, 11 orang dari Klasis Kota Kupang Barat, dan 22 orang dari Klasis Kota Kupang.
Mereka dilatih oleh tim fasilitator berpengalaman dan profesional dari Komunitas Tuli Kupang yakni:
1. Ritasari Boling S. Psi (Juru Bahasa Isyarat)
2. Fransky Nithanel Loa Am.d (Komunitas Tuli Kupang)
3. Novelita P. B. Libing (Komunitas Tuli Kupang)
4. Permata Barbara Kuma Kleden S. Pd (Komunitas Tuli Kupang)
5. Ike Beauty Mauboy, A.Md,Keb (Juru Bahasa Isyarat)
Mereka diajar tentang mengenai bahasa isyarat dasar, termasuk abjad, angka, dan istilah sehari-hari yang disesuaikan dengan konteks daerah.
Sumber: https://www.korantimor.com/