Murid SMA yang Kerja Bantu Ortu atau Atlet Boleh Ikut PJJ Mulai 2027
Written by Naya Kia on 22 July 2025
Suara Kupang – Mulai tahun 2027 murid SMA yang terpaksa harus bekerja karena membantu orangtua atau mereka yang menjadi atlet dapat bersekolah dengan mengikuti Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) secara gratis.
Program ini tengah digodok oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kemendikdasmen tak menutup mata bahwa ada banyak anak-anak Indonesia yang ikut mencari nafkah karena ekonomi keluarga yang tak memadai.
“Kalau untuk anak-anak yang sudah bekerja, maka pilihannya bagaimana mengambil jadwal-jadwal dengan pembelajaran jarak jauh misalnya. Sehingga mereka katakanlah seminggu sekali dikunjungi (guru) dan lain-lain, pada akhirnya bisa menikmati pembelajaran,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, Jumat (18/7/2025) di Jakarta Selatan.
“Ada juga kasus-kasus di Indonesia ini yang menarik misalnya, olahragawan. Kalau olahragawan itu sekolah di sekolah biasa, berat gitu. Tidak semua SKO (Sekolah Khusus Olahragawan) ada bidangnya,” ujar Tatang.
“Kayak kasus di Padalarang itu misalnya para pendayung, dari semua daerah di Jawa Barat, itu latihannya kan tiap hari. Jangankan latihan, makannya aja diatur kan standarnya. Sehingga enggak mungkin bisa mengikuti sekolah biasa. Nah, mereka juga akhirnya prefer memilih sekolah terbuka,” lanjut Tatang.
Metode pembelajaran PJJ menggabungkan online dan offline. Untuk offline, akan ada guru kunjung yang datang dan bertemu dengan para murid di suatu lokasi lalu mereka dapat belajar lebih mendalam.
Program Sekolah Terbuka sudah lama diadakan pemerintah namun untuk PJJ tingkat pendidikan menengah baru diinisiasi tahun ini melalui uji terap di Sekolah Indonesia Luar Negeri di Kota Kinabalu – Malaysia (SIKK).
Saat ini Kemendikdasmen masih pada tahap Persiapan dan Pengembangan Infrastruktur. Namun sudah ada 93 siswa dari anak para pekerja migran di Malaysia yang belajar lewat PJJ per tahun ajaran 2025 ini.
Pelaksanaannya berkolaborasi dengan SMAN 2 Padalarang, Jawa Barat yang memang telah memiliki program SMA Terbuka dan SIKK.
Perbedaan esensial PJJ dengan sekolah terbuka terletak pada bahan ajar atau modul yang dibuat untuk lebih mudah dicerna siswa karena mereka akan lebih banyak belajar secara mandiri.
Misalnya dari 5 hari sekolah hanya 1 hari beberapa jam pelajaran murid diajari langsung oleh guru kunjung.
Oleh sebab itu, mereka harus belajar mandiri terlebih dahulu dan ketika guru kunjung datang mereka mendalami materi yang selama ini masih menjadi kesulitan.
Sumber: https://www.kompas.com/edu/