Perkuat Kehadiran Negara, BI dan TNI AL Layani Masyarakat di Pulau 3T NTT
Written by Suara Kupang on 21 August 2026
SuaraKupang – Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) resmi melepas pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 ke sejumlah wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di NTT.
Ekspedisi yang berlangsung pada 20–26 Agustus 2026 tersebut menggunakan KRI Hiu-634. Selain memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah kepulauan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Dalam pelaksanaan tahun ini, ERB akan menyambangi lima pulau 3T di NTT, yakni Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pemana, Pulau Waiwerang, dan Pulau Lamalera.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang Rupiah layak edar, ekspedisi tersebut membawa modal kerja penukaran uang sebesar Rp4,3 miliar. Kehadiran layanan kas ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat di wilayah kepulauan terhadap uang Rupiah dalam kondisi layak edar.
Bawa Misi Kemanusiaan
Tidak hanya menjalankan mandat pengelolaan Rupiah, ERB 2026 juga membawa misi kemanusiaan. Sejalan dengan pelaksanaan ekspedisi, Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan Dalam Negeri Bidang Sosial, bersama TNI Angkatan Laut, menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak bencana gempa.
Bantuan berupa sembako dan obat-obatan disalurkan bagi masyarakat di Pulau Riung, Pulau Palue, dan Pulau Pemana yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat di wilayah Flores bagian utara yang tengah menghadapi dampak bencana serta berbagai keterbatasan dalam proses pemulihan.
Perkuat Kehadiran Negara di Wilayah Kepulauan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyampaikan bahwa kehadiran ERB tidak sekadar menghadirkan Rupiah hingga pelosok negeri. Ekspedisi ini juga menjadi wujud nyata kehadiran Bank Indonesia dalam memberikan pelayanan kas, edukasi mengenai Rupiah, serta dukungan kemanusiaan kepada masyarakat.
Sinergi antara Bank Indonesia dan TNI AL menjadi salah satu faktor penting dalam menjangkau wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tinggi. Melalui kolaborasi tersebut, layanan dan manfaat program diharapkan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat di wilayah 3T.
Penyaluran bantuan sosial dalam rangkaian ERB 2026 juga menjadi simbol bahwa masyarakat yang terdampak bencana tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.
Melalui kolaborasi dan semangat gotong royong, kehadiran negara terus diupayakan untuk memastikan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan terpencil, tetap memperoleh perhatian, dukungan, serta kesempatan untuk bangkit dan memulihkan kehidupan pascabencana.
Sumber :Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur