Rakerda 2026, REI Dorong Sektor Properti Jadi Penggerak Ekonomi NTT
Written by Suara Kupang on 6 November 2026
Suarakupang – Pembangunan sektor perumahan di Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Selain menjadi kebutuhan dasar masyarakat, industri properti juga dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, serta menggerakkan berbagai sektor usaha lainnya.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) NTT Tahun 2026 yang berlangsung di Lantai 10 Hotel Harper Kupang, Jumat (6/11/2026).
Mengusung tema “Developer Tangguh Bersinergi, Bergerak Membangun NTT”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para pengembang untuk membahas perkembangan industri properti sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang masih menghambat pembangunan perumahan di daerah.
Ketua DPD REI NTT, Candra Sentosa, mengatakan keberadaan pengembang memiliki keterkaitan erat dengan kemajuan ekonomi daerah. Menurutnya, aktivitas pembangunan perumahan memberikan dampak yang luas, tidak hanya bagi masyarakat yang membutuhkan hunian, tetapi juga bagi tenaga kerja dan pelaku usaha pendukung.
Ia menjelaskan, industri properti memiliki sekitar 170 sektor turunan yang ikut merasakan dampak dari pembangunan perumahan. Sektor tersebut meliputi tenaga kerja konstruksi, penyedia pasir, batu putih, batu karang hingga berbagai kebutuhan material bangunan.
“Kalau developernya properti tidak maju, saya yakin bahwa Nusa Tenggara Timur juga tidak akan maju cepat,” kata Candra.
Ia juga mengungkapkan bahwa sektor properti memberikan kontribusi ekonomi yang cukup besar bagi daerah. Salah satunya melalui pembayaran upah tukang dan buruh yang mencapai sekitar Rp21 miliar, belum termasuk kontribusi dari sektor usaha lainnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan usaha para pengembang melalui kebijakan yang mendukung dan mempermudah proses pembangunan perumahan.
“Kami dari REI bersinergi dengan pemerintah Nusa Tenggara Timur. Kami mohon untuk pemerintah juga memberikan kami karpet merah untuk bersinergi,” ujarnya.
Candra menegaskan, berbagai masukan dan kritik yang disampaikan REI kepada pemerintah merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempercepat pembangunan NTT. Ia berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota dapat membuka ruang komunikasi yang lebih intensif sehingga persoalan yang dihadapi pengembang bisa dicarikan solusi.
Menurutnya, REI NTT juga telah mengambil bagian dalam mendorong pertumbuhan kawasan hunian, termasuk membuka wilayah-wilayah yang sebelumnya belum berkembang menjadi kawasan perumahan yang layak.
Selain pembangunan perumahan, REI NTT turut menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari komitmen mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Candra juga mengajak masyarakat untuk meramaikan kegiatan REI Fun Run yang akan dilaksanakan Sabtu (7/11/2026), dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di Kota Kupang.
Di sisi lain, tantangan yang sedang dihadapi industri perumahan di NTT turut disampaikan Ketua Panitia Rakerda, George Rudi Berelaku.
Ia mengungkapkan bahwa penjualan rumah oleh pengembang mengalami penurunan cukup tajam. Hingga tahun 2026, jumlah rumah yang berhasil terjual baru sekitar 600 unit, sedangkan pada tahun sebelumnya mencapai kurang lebih 1.300 unit.
Menurut George, kondisi ini menunjukkan adanya penurunan kemampuan daya beli masyarakat yang berpengaruh terhadap penjualan rumah maupun realisasi akad kredit perumahan.
Tidak hanya itu, pengembang juga masih menghadapi persoalan dalam proses administrasi, khususnya pengurusan perizinan, perubahan status hak atas tanah, serta penerbitan dokumen pertanahan yang dinilai membutuhkan waktu cukup lama.
Melalui pelaksanaan Rakerda, ia berharap seluruh kendala yang dialami anggota REI di berbagai kabupaten dan kota dapat dibahas secara terbuka untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah daerah dan pengurus REI pusat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP REI, Raymond Ardan Arfan, mengapresiasi langkah DPD REI NTT yang terus menjalankan program organisasi, termasuk penyelenggaraan Rakerda dan keterlibatan dalam program nasional penanaman sejuta pohon.
Ia juga mengapresiasi kontribusi REI NTT dalam mendukung program penyediaan rumah bagi masyarakat, terutama melalui pembangunan rumah subsidi.
Raymond menilai, pengembangan sektor properti tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan ekosistem yang memadai. Kepastian kebijakan pemerintah, tata ruang, ketersediaan lahan serta infrastruktur menjadi sejumlah faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan perumahan.
Ia secara khusus menyoroti persoalan penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Menurutnya, penetapan kawasan yang dilindungi harus didukung data yang akurat dan pemeriksaan langsung di lapangan. Hal ini penting agar tidak menimbulkan persoalan bagi pengembang yang sebelumnya telah memiliki dokumen perizinan.
Raymond mengingatkan pentingnya koordinasi lintas sektor sebelum pemerintah menetapkan suatu wilayah sebagai kawasan pertanian yang dilindungi. Dengan demikian, kepentingan menjaga ketahanan pangan tetap berjalan seimbang dengan kebutuhan penyediaan rumah bagi masyarakat.
Dukungan terhadap pengembangan sektor perumahan juga disampaikan Pemerintah Provinsi NTT melalui sambutan Gubernur yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Alexon Lumba, SH., M.Hum.
Dalam sambutan Wakil Gubernur NTT tersebut, pemerintah menyampaikan apresiasi kepada REI atas kontribusinya dalam pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan hunian dan pengembangan sektor properti.
Alexon mengatakan, Rakerda diharapkan tidak hanya menjadi forum evaluasi organisasi, tetapi juga menghasilkan rekomendasi dan program konkret untuk memperkuat investasi, memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.
Ia menjelaskan, pembangunan perumahan memiliki efek berganda terhadap perekonomian. Selain menyediakan tempat tinggal, aktivitas pembangunan juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan permintaan terhadap berbagai produk lokal.
Namun, pemerintah menyadari bahwa penyediaan rumah layak dan terjangkau masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterjangkauan harga, ketersediaan lahan, akses pembiayaan hingga pembangunan infrastruktur dasar.
Untuk itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pengembang, perbankan, lembaga pembiayaan dan masyarakat.
Alexon juga mengajak REI NTT memperkuat kemitraan dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota agar peluang investasi properti dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan perumahan harus memperhatikan kualitas bangunan, kesesuaian tata ruang, kepastian legalitas perizinan, ketersediaan air bersih, sanitasi, akses jalan, perlindungan lingkungan serta mitigasi risiko bencana.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terbuka untuk membangun komunikasi dan koordinasi bersama REI dalam mengidentifikasi peluang investasi maupun mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi pengembang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Meski demikian, para pengembang juga diharapkan tetap menjaga profesionalisme, kualitas bangunan, kepatuhan terhadap regulasi serta tanggung jawab kepada masyarakat.
Menutup sambutannya, Alexon berharap Rakerda REI NTT 2026 dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat dan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota.
Rakerda tersebut dibuka secara resmi oleh Alexon Lumba dan dihadiri Wakil Ketua Umum REI, Ketua DPD REI NTT Candra Sentosa, Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI NTT Bobby Pitoby, Ketua Kadin NTT Bobby Lianto, perwakilan Bank NTT, Bank BTN, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Nobu serta anggota REI NTT.
Melalui Rakerda ini, REI NTT berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah dan pengembang untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik, sehingga pembangunan perumahan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu pendorong kemajuan ekonomi Nusa Tenggara Timur.
Sumber : REI NTT