KARSA NUSA 2026 Himpun 251 Paper, Dorong Kebijakan Ekonomi Berbasis Riset

Written by on 24 October 2026

SuaraKupang – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT mendorong penguatan ekonomi daerah melalui riset dan kolaborasi lintas sektor. Upaya ini diwujudkan melalui Final Conference Kajian dan Riset Kebijakan Ekonomi Nusa Tenggara Timur (KARSA NUSA) 2026 yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha untuk membahas strategi pembangunan ekonomi NTT berbasis riset.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi puncak rangkaian KARSA NUSA 2026 yang telah resmi dibuka sejak 23 April 2026, serta menjadi momentum pemberian apresiasi kepada para finalis kompetisi call for paper.

Salah satu agenda utama dalam konferensi ini adalah diseminasi hasil kajian mengenai potensi penerapan Free Trade Zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas di NTT. Kajian tersebut merupakan hasil penelitian bersama Bank Indonesia dan tim peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana.

Penelitian ini membahas peluang pengembangan kawasan perdagangan bebas melalui model yang mengintegrasikan pusat logistik, perdagangan lintas batas, dan agroindustri pangan. Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam mengembangkan potensi ekonomi NTT.

Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui diskusi publik bertajuk “Menata Masa Depan Ekonomi NTT: Memperkuat Struktur, Menggerakkan Transformasi, Memberdayakan Masyarakat”.

Diskusi ini menghadirkan Prof. Zaafri Ananto Husodo dari Universitas Indonesia, Dr. Maxensius Tri Sambodo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta budayawan Pater Dr. David Amfotis, SVD., M.A.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengatakan KARSA NUSA dirancang untuk mendorong lahirnya riset berkualitas yang dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan strategis bagi pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, KARSA NUSA 2026 mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah karya ilmiah yang masuk, yakni sebanyak 251 paper, terdiri atas 182 paper kategori umum dan 69 paper kategori mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Adidoyo berharap berbagai hasil penelitian tersebut tidak berhenti pada kajian akademis, tetapi dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi konkret yang bisa diterapkan untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap berbagai pemikiran yang lahir dari kegiatan ini dapat memperkuat upaya kita dalam mendorong perekonomian Provinsi NTT. Untuk itu, hasil penelitian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang konkret dan dapat dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia dalam memperkuat kajian ekonomi daerah sekaligus membuka ruang kolaborasi melalui KARSA NUSA 2026.

Ia menegaskan, riset memiliki peran penting dalam membantu pemerintah menentukan prioritas pembangunan, mengidentifikasi akar persoalan, serta merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Riset membantu pemerintah menentukan prioritas, memahami penyebab persoalan, dan memilih langkah yang paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Melki dalam sambutan apresiasi sekaligus penutupan KARSA NUSA 2026.

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi NTT berharap budaya riset semakin berkembang dan menjadi bagian penting dalam proses perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, dan pelaku usaha juga diharapkan terus diperkuat agar berbagai hasil kajian dapat diimplementasikan secara nyata.

Dengan demikian, KARSA NUSA diharapkan tidak hanya menghasilkan gagasan akademis, tetapi juga melahirkan solusi strategis untuk memperkuat struktur ekonomi, mendorong transformasi daerah, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi NTT yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Sumber : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by