Pemerintah Dorong Regenerasi Budaya Lewat Pameran Temporer Museum NTT
Written by Ningsih on 27 November 2025
SuaraKupang – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., resmi membuka Pameran Temporer Museum bertema “Simbol Literasi Masa Lampau di Nusa Tenggara Timur”, Rabu (26/11/2025). Pameran ini digelar selama empat hari, mulai 26–29 November 2025, dan terbuka untuk seluruh masyarakat.
Dalam sambutannya, Ambrosius Kodo menegaskan bahwa pameran budaya belum mendapat perhatian yang layak dari publik dibandingkan kegiatan hiburan populer.
“Orang lebih senang kalau ada show artis di stadion, pasti banyak yang datang. Tapi kegiatan pagelaran budaya seperti ini belum terlalu ramai. Ini menjadi tanggung jawab museum untuk menggelar kegiatan dengan baik, menyampaikan informasi yang membuat publik paham, sehingga dapat disaksikan dan diikuti banyak orang,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti tantangan generasi muda di tengah derasnya pengaruh teknologi dan budaya luar.
“Anak-anak muda sekarang ditanya tarian K-Pop mereka tahu, tapi kalau ditanya tarian daerah, itu susah. Karena itu pameran ini penting, dan pemerintah terus mendorong agar pelestarian dan pemajuan kebudayaan dilakukan agar bangsa ini terus tumbuh di atas kebudayaan,” tegasnya.
Ambrosius berharap agar taman budaya, museum, sanggar seni, pelaku seni, dan pemerhati budaya terus bertumbuh sehingga terjadi regenerasi dalam pelestarian budaya. Ia juga mengajak sekolah-sekolah untuk mengunjungi pameran agar generasi muda memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai sejarah dan kebudayaan daerah.Melalui pameran “Simbol Literasi Masa Lampau”, dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah modernisasi.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kepala UPTD Museum NTT, Mefiboset E.I. Bollu Eoh, SH, menjelaskan bahwa pameran ini bersifat temporer, diselenggarakan dalam waktu tertentu, namun dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pameran ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang nilai sejarah, budaya, dan tradisi leluhur yang terkandung dalam koleksi museum,” jelasnya.
Sumber : Radio Suara Kupang