Olahraga Padel Resmi Akan Dipertandingkan di Asian Games 2026

Written by on 14 November 2025

Suara Kupang – Olahraga padel akhirnya resmi masuk dalam ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Olympic Council of Asia (OCA) melalui kerja sama dengan International Federation of Padel (FIP) dan Padel Asia.

Pengumuman ini menandai langkah besar bagi perkembangan padel di tingkat internasional. Sebelumnya, olahraga ini telah lebih dulu masuk dalam European Games 2023 dan South American Games 2022, menunjukkan tren global yang semakin kuat.

Dengan semakin banyaknya lapangan dan klub yang berdiri di berbagai negara Asia, padel kini diakui sebagai salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pengakuan dari OCA juga dianggap sebagai pijakan penting menuju impian besar, yakni menjadikan padel sebagai cabang olahraga Olimpiade.

Pengakuan Resmi dari Olympic Council of Asia

Mengutip Padel Magazine, Rabu (12/11/2025), pengumuman bersejarah ini disampaikan langsung di markas besar OCA di Kuwait City, bertepatan dengan ajang FIP World Cup Pairs. Dalam pernyataan resminya, OCA menyatakan bahwa olahraga padel kini menjadi cabang resmi di beberapa event olahraga Asia yang akan datang.

Pertama adalah Asian Beach Games 2026 di Sanya, China (22–30 April 2026). Kedua adalah Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang (19 September – 4 Oktober 2026).

Langkah ini tidak hanya menegaskan posisi padel sebagai olahraga yang sedang naik daun, tetapi juga menandai babak baru dalam ekspansi globalnya. Dengan pengakuan ini, padel kini resmi diakui di tiga benua utama, di antaranya Eropa, Amerika Selatan, dan Asia.

Menurut Presiden FIP, Luigi Carraro, keputusan OCA ini merupakan momen bersejarah bagi seluruh komunitas padel dunia. “Melihat padel diakui oleh Olympic Council of Asia adalah sebuah kehormatan besar. Ini menunjukkan betapa globalnya olahraga kami. Setelah Eropa, Amerika Selatan, dan Mediterania, kini Asia membuka pintunya,” ujar Carraro.

Langkah ini pun dianggap sebagai batu loncatan menuju Olimpiade. Dr. Husain AHZ Al-Musallam, Direktur Jenderal OCA, menegaskan bahwa padel selaras dengan nilai-nilai Olimpiade.

“Padel sepenuhnya mencerminkan semangat persahabatan, rasa hormat, dan keunggulan. Energi serta popularitasnya yang terus meningkat di Asia menjadikannya olahraga masa depan,” katanya.

Sementara itu, Tariq Zainal, Presiden Padel Asia, menyebut pengakuan ini sebagai titik balik bersejarah. “Ini akan menjadi ajang luar biasa bagi para atlet kami. Asia kini menjadi pusat penting dalam pengembangan global padel,” ujarnya.

Sebelumnya, padel telah sukses memikat perhatian publik melalui partisipasinya di European Games 2023 dan South American Games 2022. Lalu berencana menjadi bagian dari Mediterranean Games 2026. Dengan dukungan luas dari OCA dan federasi nasional di berbagai negara, peluang padel untuk menjadi cabang resmi Olimpiade kini semakin terbuka lebar.

Asia Menjadi Pusat Pertumbuhan Baru

Benua Asia kini menjadi salah satu motor utama perkembangan olahraga padel dunia. Data terbaru menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 4.600 lapangan padel di 1.700 klub yang tersebar di 30 negara Asia. Organisasi Padel Asia yang baru dibentuk berhasil memperkuat tata kelola olahraga ini, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan memperluas jangkauan kompetisi.

Sejumlah turnamen besar telah berlangsung di kawasan ini, di antaranya Copa Asiática FIP, Kejuaraan Dunia FIP di Doha dan Dubai, 24 turnamen Cupra FIP Tour, 3 ajang Premier Padel, dan 8 turnamen FIP Promises yang akan digelar sepanjang 2024. Dengan perkembangan yang begitu cepat, Asia kini diakui sebagai salah satu wilayah paling aktif dalam memajukan olahraga padel.

Popularitas olahraga padel meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena kemampuannya memadukan unsur sosial dan kompetitif. Padel dimainkan di lapangan tertutup dengan dinding kaca, menggabungkan elemen tenis dan squash, menjadikannya lebih dinamis dan mudah diikuti oleh berbagai kalangan usia.

Menurut data FIP, kini sudah ada hampir 100 federasi nasional yang tergabung di seluruh dunia. Fenomena ini juga didorong oleh kehadiran 35 juta pemain aktif dan 80 ribu lapangan padel di berbagai belahan dunia. Dengan pertumbuhan eksponensial tersebut, tak heran jika padel disebut-sebut sebagai olahraga masa depan yang potensial menjadi bagian dari Olimpiade 2032 atau 2036.

Masuknya olahraga padel ke dalam Asian Games 2026 menandai babak baru dalam perjalanan panjangnya menuju pengakuan global, Kini, dunia hanya tinggal menunggu satu hal lagi yakni kapan padel akhirnya berdiri sejajar dengan cabang olahraga Olimpiade lainnya di panggung tertinggi dunia.

Sumber: https://www.grid.id/


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by