Labuan Bajo Masuk 10 Destinasi Wisata Terbaik di Asia 2026 Versi Condé Nast TravelerSuara Kupang – Destinasi wisata Labuan Bajo berhasil masuk dalam daftar 10 Destinasi Wisata Terbaik di Asia 2026 versi majalah perjalanan bergengsi dunia Condé Nast Traveler. Dalam daftar tersebut, Labuan Bajo menempati peringkat ketiga, sejajar dengan kota-kota besar dan destinasi populer lainnya di Asia. Condé Nast Traveler adalah majalah internasional yang dikenal sebagai otoritas global dalam dunia perjalanan mewah sejak 1987, telah merilis daftar “The Best Places to Go in Asia in 2026” sebagai panduan wisata terbaik untuk tahun depan. Daftar ini disusun oleh jaringan penulis dan kontributor mereka di seluruh Asia, menyoroti destinasi yang dinilai memiliki daya tarik budaya, keindahan alam, inovasi pariwisata, serta komitmen terhadap keberlanjutan. Berikut 10 destinasi terbaik di Asia tahun 2026 versi Condé Nast Traveler: 1. Erbil, Iraqi Kurdistan – Kota bersejarah dengan benteng berusia lebih dari 6.000 tahun yang kini menjadi simbol perdamaian dan pelestarian budaya. 2. Hong Kong – Kota modern yang tengah bangkit dengan proyek seni dan budaya berskala global. 3. Labuan Bajo, Indonesia – Gerbang menuju Taman Nasional Komodo, destinasi warisan dunia UNESCO dengan keindahan alam vulkanik dan satwa langka komodo. 4. Naoshima, Jepang – Pulau seni yang terkenal dengan museum kontemporer dan instalasi luar ruangan yang unik. 5. Patan, Nepal – Kota kuno dengan arsitektur Newari yang menawan dan pusat seni rupa Himalaya. 6. Saadiyat Island, Abu Dhabi – Kawasan budaya yang akan menjadi rumah bagi Guggenheim Abu Dhabi dan Natural History Museum. 7. Seoul, Korea Selatan – Kota dinamis yang terus berkembang sebagai pusat gaya hidup dan seni kontemporer Asia. 8. Shenzhen, China – Pusat teknologi Asia yang kini menonjol dengan inovasi desain dan arsitektur futuristik. 9. Tashkent, Uzbekistan – Kota di jalur Sutra yang tengah bertransformasi menjadi pusat seni dan kreativitas modern. 10. Udaipur, India – Kota romantis di Rajasthan yang terkenal dengan danau, istana, dan tradisi kerajaan yang memesona. Dalam ulasannya, Condé Nast Traveler menyebut Labuan Bajo sebagai “permata tersembunyi Indonesia” yang kini siap bersaing dengan destinasi kelas dunia berkat peningkatan infrastruktur dan fasilitas pariwisata. Bandara Komodo kini mampu melayani penerbangan internasional, membuka peluang bagi wisatawan global untuk menikmati keindahan Nusa Tenggara Timur secara langsung. Selain itu, kehadiran hotel-hotel mewah seperti Maua Labuan Bajo by Swiss-Belhotel dan Ta’aktana, a Luxury Collection Resort & Spa by Marriott, turut memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi premium. Namun, di sisi lain, pemerintah dan masyarakat lokal tetap berkomitmen mengedepankan pariwisata berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Beberapa inisiatif lokal juga menjadi sorotan Condé Nast Traveler, seperti Elevate Espresso, kedai kopi lokal yang menyajikan biji kopi dari pegunungan Flores, serta Dapur Tara, restoran komunitas dan homestay Sten Lodge yang menawarkan pengalaman kuliner tradisional Manggarai dengan bahan-bahan alami hasil bumi sendiri. Sumber: https://lifestyle.sindonews.com/

Written by on 6 November 2025

Suara Kupang – Destinasi wisata Labuan Bajo berhasil masuk dalam daftar 10 Destinasi Wisata Terbaik di Asia 2026 versi majalah perjalanan bergengsi dunia Condé Nast Traveler. Dalam daftar tersebut, Labuan Bajo menempati peringkat ketiga, sejajar dengan kota-kota besar dan destinasi populer lainnya di Asia.

Condé Nast Traveler adalah majalah internasional yang dikenal sebagai otoritas global dalam dunia perjalanan mewah sejak 1987, telah merilis daftar “The Best Places to Go in Asia in 2026” sebagai panduan wisata terbaik untuk tahun depan.

Daftar ini disusun oleh jaringan penulis dan kontributor mereka di seluruh Asia, menyoroti destinasi yang dinilai memiliki daya tarik budaya, keindahan alam, inovasi pariwisata, serta komitmen terhadap keberlanjutan.

Berikut 10 destinasi terbaik di Asia tahun 2026 versi Condé Nast Traveler:

  1. Erbil, Iraqi Kurdistan – Kota bersejarah dengan benteng berusia lebih dari 6.000 tahun yang kini menjadi simbol perdamaian dan pelestarian budaya.
  2. Hong Kong – Kota modern yang tengah bangkit dengan proyek seni dan budaya berskala global.
  3. Labuan Bajo, Indonesia – Gerbang menuju Taman Nasional Komodo, destinasi warisan dunia UNESCO dengan keindahan alam vulkanik dan satwa langka komodo.
  4. Naoshima, Jepang – Pulau seni yang terkenal dengan museum kontemporer dan instalasi luar ruangan yang unik.
  5. Patan, Nepal – Kota kuno dengan arsitektur Newari yang menawan dan pusat seni rupa Himalaya.
  6. Saadiyat Island, Abu Dhabi – Kawasan budaya yang akan menjadi rumah bagi Guggenheim Abu Dhabi dan Natural History Museum.
  7. Seoul, Korea Selatan – Kota dinamis yang terus berkembang sebagai pusat gaya hidup dan seni kontemporer Asia.
  8. Shenzhen, China – Pusat teknologi Asia yang kini menonjol dengan inovasi desain dan arsitektur futuristik.
  9. Tashkent, Uzbekistan – Kota di jalur Sutra yang tengah bertransformasi menjadi pusat seni dan kreativitas modern.
  10. Udaipur, India – Kota romantis di Rajasthan yang terkenal dengan danau, istana, dan tradisi kerajaan yang memesona.

Dalam ulasannya, Condé Nast Traveler menyebut Labuan Bajo sebagai “permata tersembunyi Indonesia” yang kini siap bersaing dengan destinasi kelas dunia berkat peningkatan infrastruktur dan fasilitas pariwisata. Bandara Komodo kini mampu melayani penerbangan internasional, membuka peluang bagi wisatawan global untuk menikmati keindahan Nusa Tenggara Timur secara langsung.

Selain itu, kehadiran hotel-hotel mewah seperti Maua Labuan Bajo by Swiss-Belhotel dan Ta’aktana, a Luxury Collection Resort & Spa by Marriott, turut memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi premium. Namun, di sisi lain, pemerintah dan masyarakat lokal tetap berkomitmen mengedepankan pariwisata berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.

Beberapa inisiatif lokal juga menjadi sorotan Condé Nast Traveler, seperti Elevate Espresso, kedai kopi lokal yang menyajikan biji kopi dari pegunungan Flores, serta Dapur Tara, restoran komunitas dan homestay Sten Lodge yang menawarkan pengalaman kuliner tradisional Manggarai dengan bahan-bahan alami hasil bumi sendiri.

Sumber: https://lifestyle.sindonews.com/


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by