Inflasi Kota Kupang Terkendali, Pemerintah Perkuat Sinergi dan Digitalisasi Keuangan Daerah
Written by Ningsih on 7 November 2025
SuaraKupang – Inflasi Kota Kupang pada Oktober 2025 tercatat sebesar 1,87% (yoy), lebih rendah dari rata-rata nasional. Capaian ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara Pemerintah Kota Kupang, Bank Indonesia, dan berbagai pihak terkait dalam menjaga stabilitas harga.
Dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Triwulan IV 2025 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (5/11), Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi tak hanya bergantung pada koordinasi lintas instansi, tetapi juga kemampuan pemerintah beradaptasi dengan teknologi. “Pemerintah Kota Kupang harus mampu berinovasi dan bertransformasi digital agar layanan publik semakin transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menambahkan bahwa menjelang Natal dan Tahun Baru, potensi inflasi perlu diwaspadai akibat faktor cuaca dan ketergantungan pasokan dari luar daerah. BI bersama Pemkot Kupang akan menggelar pasar murah bersubsidi dan memfasilitasi distribusi pangan untuk menjaga harga tetap stabil.
Selain itu, Pemkot Kupang juga akan mendorong gerakan pekarangan pangan lestari dan memperluas kerja sama antar daerah produsen. Dari sisi digitalisasi keuangan, tingkat transaksi digital pajak daerah baru mencapai 6,83% pada semester I 2025. Karena itu, Pemkot bersama BI dan BPD NTT berkomitmen mengoptimalkan penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan QRIS untuk mempercepat digitalisasi belanja daerah, khususnya yang melibatkan UMKM.
Langkah-langkah tersebut diharapkan memperkuat pengendalian inflasi sekaligus mendorong transformasi digital menuju tata kelola pemerintahan yang modern di Kota Kupang.
Sumber : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur