Adopsi AI Makin Luas, Google Mau Buat Pusat Data di Luar Angkasa

Written by on 11 November 2025

Suara Kupang – Google berencana membangun pusat data di luar angkasa pada awal 2027, menyusul penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas. Proyek ambisius ini diberi nama Project Suncatcher.

Raksasa perusahaan teknologi asal California, Amerika Serikat itu berharap dapat memanfaatkan tenaga surya dan mengurangi biaya peluncuran roket. Peralatan uji coba pertama diluncurkan ke orbit dalam waktu dekat.

Para ilmuwan dan insinyur Google berpendapat bahwa sekitar 80 satelit bertenaga surya dapat diatur di orbit sekitar 400 mil di atas permukaan Bumi dan dilengkapi dengan prosesor bertenaga tinggi untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk akal imitasi.

Dilansir dari The Guardian, penelitian yang dirilis oleh Google pada Selasa (4/11), biaya peluncuran ke luar angkasa akan menurun dengan cepat, sehingga pada pertengahan tahun 2030-an biaya operasional pusat data berbasis luar angkasa akan sebanding dengan yang ada di Bumi.

Pusat data akan dilengkapi oleh panel surya yang dapat menghasilkan energi delapan kali lipat lebih efisien dibandingkan panel surya setelah berada di orbit dari pada panel surya di Bumi. Namun, peluncuran satu roket dapat menghasilkan emisi karbon dioksida hingga ratusan ton.

Para astronom mungkin menentang hal ini karena jumlah satelit yang semakin banyak di orbit rendah dapat mengganggu pengamatan mereka tentang alam semesta.

Dalam proyek Suncatcher, pusat data yang mengorbit akan mengirimkan hasilnya kembali melalui tautan optik yang biasanya menggunakan cahaya atau sinar laser untuk mengirimkan informasi.

Perusahaan teknologi besar yang mengejar kemajuan pesat AI, diperkirakan akan membeli pusat data darat di mana-mana seperti Lincolnshire hingga Brasil, dan India hingga Texas. Pengeluaran ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang dampak emisi karbon jika energi bersih tidak ditemukan untuk menggerakkan proyek.

“Di masa depan, ruang angkasa mungkin menjadi tempat terbaik untuk mengembangkan komputer AI,” kata Google dalam risetnya.

“Dengan berangkat dari sana, proyek riset ambisius kami, Project Suncatcher, membayangkan konstelasi satelit bertenaga surya yang kompak, dilengkapi dengan Google TPUs dan terhubung melalui tautan optik ruang bebas. Pendekatan ini memiliki potensi besar untuk skalabilitas, sekaligus meminimalkan dampak pada sumber daya di Bumi,” lanjut dia.

Google berencana meluncurkan dua satelit prototipe pada awal 2027 dan mengatakan hasil penelitiannya merupakan “tonggak pertama menuju AI berbasis ruang angkasa yang dapat diskalakan.”

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by