Supermoon akan Hiasi Langit, Puncaknya pada 7-8 Oktober 2025

Written by on 6 October 2025

SuaraKupang – Pada Senin, 6 Oktober 2025, langit akan dihiasi supermoon pertama tahun ini. Fenomena ini dikenal sebagai Bulan Panen, yakni bulan purnama pertama setelah awal musim gugur di belahan Bumi utara, yang sejak lama memiliki makna tradisional sebagai penanda berakhirnya masa panen.

Bulan mencapai fase purnama tepat pada pukul 11:47 malam EST (atau 10.47 WIB, Jakarta, pada Selasa 7 Oktober). Meski begitu, wujudnya yang bulat sempurna dan cemerlang bisa dinikmati tidak hanya saat puncaknya, tetapi juga beberapa malam sebelum dan sesudahnya.

Waktu paling ideal untuk menyaksikan Bulan Panen adalah saat senja pada Selasa (7 Oktober), ketika ia muncul dari cakrawala timur. Untuk mendapatkan pemandangan paling memukau pada Selasa malam, pilihlah lokasi yang tinggi dan memiliki pandangan bebas ke arah timur. Warna keemasan-oranye bulan akan tampak paling menonjol sekitar 15–20 menit setelah ia terbit.

Supermoon

Keistimewaan Bulan Panen kali ini adalah statusnya sebagai supermoon. Bulan berada lebih dekat dari rata-rata, sekitar 224.599 mil (361.457 km) dari Bumi, 10% lebih dekat dibanding jarak normalnya (238.855 mil atau 384.400 km, menurut NASA).

Karena orbit bulan berbentuk elips, ada saat di mana bulan berada di titik terdekat (perigee) dan terjauh (apogee). Supermoon terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan posisi perigee. Pada Oktober ini, perigee dicapai 1,3 hari setelah fase purnama, sehingga ukuran bulan terlihat paling besar pada malam Rabu, 8 Oktober.

Sumber : https://mediaindonesia.com/


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by