Sirilus Siko Dipanggil Perkuat Garuda INAF untuk Kualifikasi Piala Dunia Amputee 2026

Written by on 17 September 2025

Suara Kupang – Sirilus Siko, pesepakbola amputasi asal Ende, Nusa Tenggara Timur, resmi dipanggil memperkuat Tim Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia (Garuda INAF) untuk menghadapi babak kualifikasi Piala Dunia Amputee 2026 di Kosta Rika. Pemanggilan pemain yang akrab disapa Rilus itu tercantum dalam surat resmi Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) tertanggal 3 September 2025.

Menurut pengumuman yang beredar, Rilus dan skuad Garuda INAF akan menjalani pemusatan latihan (training camp) di Jakarta pada periode persiapan menuju kualifikasi zona Asia. Jadwal training camp yang disebutkan dalam surat PSAI dan pengumuman tim memuat rentang waktu latihan sebelum keberangkatan ke kualifikasi.

Pemanggilan Rilus menjadi kabar yang mendapat perhatian publik karena rekam jejaknya bersama timnas amputasi. Pemain berusia 24 tahun itu sebelumnya membantu Indonesia menjadi runner-up pada Amputee Football Asian Championship 2025 di Dhaka, Bangladesh — sebuah prestasi yang menegaskan posisi Indonesia sebagai tim yang kompetitif di kawasan. Uzbekistan keluar sebagai juara turnamen tersebut, menegaskan kuatnya lawan-lawannya di Asia.

Peta persaingan di kualifikasi Asia diperkirakan ketat: selain Uzbekistan, sejumlah tim kuat seperti Iran dan negara-negara Asia lainnya diproyeksikan menjadi pesaing utama Garuda INAF di babak kualifikasi. Kejuaraan Asia 2025 menunjukkan bahwa tim-tim Asia semakin tajam dan persaingan memperebutkan tiket ke Piala Dunia Amputee 2026 akan sangat sengit.

Tuan rumah Piala Dunia Amputee 2026 ditetapkan di Costa Rica (kota Liberia) — ajang global yang dijadwalkan berlangsung pada musim panas 2026 — sehingga keberhasilan di babak kualifikasi zona masing-masing menjadi penentu langkah tim-tim Asia menuju turnamen utama. World Amputee Football Federation (WAFF) dan federasi regional telah menegaskan mekanisme kualifikasi untuk mengisi slot peserta.

Di luar lapangan, kisah pribadi Rilus mendapat sorotan media dan publik: sebelum berkarier di sepak bola amputasi ia merantau ke Surabaya dan bekerja sebagai kurir (program inklusi tenaga kerja di perusahaan logistik), sekaligus berlatih bersama klub lokal hingga terpilih ke timnas. Dukungan institusi seperti PSAI dan pihak swasta tercatat membantu proses pelatnas dan kesejahteraan atlet-amputee di Indonesia.

Dengan dipanggilnya Rilus, skuad Garuda INAF berusaha memadukan pengalaman dari turnamen Asia 2025 dengan persiapan taktik dan fisik selama pemusatan latihan. PSAI akan memfinalkan daftar pemain dan agenda uji-coba internasional sebelum berlaga di matchday kualifikasi zona Asia yang dijadwalkan pada November 2025. Perkembangan lebih lanjut termasuk konfirmasi daftar pemain akhir dan jadwal lawan resmi dipantau ketat menjelang laga.

Sumber: https://indonesiasatu.co/


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by