Sekolah di Kabupaten Rote Ndao NTT Berhasil Memenangkan Kompetisi Sekolah Tersehat Paling Bergengsi Se-Asia Pasifik
Written by Naya Kia on 9 July 2025
Suara Kupang – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Dasar Negeri Papela, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Rote Ndao NTT berhasil memenangkan Kompetisi Sekolah Tersehat AIA 2025 dan menerima hadiah sebesar 40.000 dolar AS.
Penghargaan bergengsi ini didapatkan atas keberhasilannya dalam mengatasi permasalahan literasi rendah/low literacy dan inovasinya dalam mengubah sampah menjadi peralatan sekolah.
Kini memasuki tahun ketiga, Kompetisi Sekolah Tersehat AIA yang diinisiasi oleh AIA Group mengadakan kompetisi bagi sekolah yang berhasil melakukan transformasi atau perubahan nyata bagi permasahalahan kesehatan para siswanya.
Penghargaan yang diadakan oleh AIA Group ini merupakan ajang paling bergengsi di Asia-Pasifik UPTD SD Negeri Papela berhasil mengungguli ratusan pendaftar dari berbagai negara di Asia Asia-Pasifik.
Pengumuman pemenang Regional dilakukan pada sebuah upacara yang diadakan di Da Nang, Vietnam, 3 Juli 2025.
UPTD SD Negeri Papela adalah sekolah dasar yang terletak di pulau terpencil Rote Ndao di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Dihadapkan dengan masalah sampah yang serius dan tingkat literasi yang rendah, sekolah ini meluncurkan inisiatif bernama ‘Ecolitera: Sampah Bercerita’ untuk mengubah sampah sehari-hari menjadi alat pendidikan sekaligus mengajar siswa dan komunitas yang lebih luas tentang keberlanjutan.
Melalui Ecolitera, siswa mengumpulkan sampah plastic dengan imbalan perlengkapan sekolah, menggunakan bahan daur ulang untuk membuat papan baca, dan membangun perabot kelas dari botol berisi plastik yang dikenal sebagai ecobrick.
Ban bekas didaur ulang menjadi pot tanaman untuk menanam tanaman bergizi dengan dukungan dari klinik kesehatan setempat.
Kemudian, sampah organik diubah menjadi eco-enzyme, pupuk alami yang dibagikan kepada para petani.
Proyek ini telah membuat dampak besar. Hampir semua siswa kini memilah sampah mereka, dan sebagian besar orang tua mempraktikkan daur ulang di rumah.
Keterampilan membaca dan menulis telah meningkat sebesar 70%, dan lebih dari 450 ecobrick telah
dibuat.
Taman sekolah mendukung pendidikan kesehatan, dan produksi eco-enzyme telah memberikan manfaat
bagi 24 petani.
Ecolitera telah menyatukan siswa, guru, dan keluarga, dan kini diakui oleh pemerintah daerah sebagai model perintis.
Ini menunjukkan bagaimana kreativitas dan semangat komunitas dapat mengubah tantangan menjadi
peluang untuk masa depan yang lebih sehat dan lebih cerdas.
Sumber: https://koranmandalika.com/