Sebelum Dijual ke Singapura, Bayi-bayi Korban TPPO Dibawa ke Bandung
Written by Ningsih on 16 July 2025
SuaraKupang – Polisi mengungkap sindikat perdagangan bayi di Kota Bandung, Jawa Barat yang menjual anak-anak ke luar negeri, termasuk Singapura.
Bayi-bayi yang akan dikirim untuk dijual di Singapura itu ditampung terlebih dahulu di sebuah tempat di Bandung.
“Iya, di daerah Kabupaten Bandung,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (16/7).
Surawan mengatakan tempat penampungan bayi-bayi yang akan dijual tersebut adalah sebuah rumah di kawasan berpenduduk di Bandung. Namun Surawan tidak menjelaskan secara rinci, lokasi rumah tersebut.
“Enggak, itu cuman sementara ngerawat setelah dilahirkan itu. (Buat menampung) Iya,” katanya.
Dari pemeriksaan sementara, kata Surawan, modus pelaku adalah membawa bayi, termasuk yang baru lahir, ke rumah tersebut. Bayi-bayi tersebut dirawat selama tiga bulan, sebelum nantinya dikirim ke Singapura.
“Ya merawat dari bayi lahir sampai dengan umur 3 bulan terus dibawa ke Jakarta, terus dibawa ke Pontianak,” katanya.
Rumah yang dijadikam tempat sebagai penampungan bayi tersebut, ungkap Surawan sudah berjalan sejak beberapa tahun ke belakang.
“Itu dari tahun 2023,” katanya.
Surawan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Pasalnya pemeriksaan masih terus dilakukan untuk pengembangan selanjutnya.
Dari pemeriksaan kepolisian yang dipaparkan sebelumnya, tersangka menjual bayi itu ke Singapura dengan harga belasan juta rupiah per anak.
“Kisaran dari ibu kandungnya antara Rp11.000.000 sampai Rp 16.000.000,” ucap Surawan,Selasa (15/7).
Bayi yang berhasil dikirimkan ke Singapura pun, bakalan langsung diterima oleh orang tua yang sudah mengadopsi bayi tersebut.
Berdasarkan keterangan para pelaku, mereka sudah melakukan penjualan bayi sejak 2023. Terdapat 24 bayi yang diduga sudah dijual ke Singapura.
“Nanti kita akan bersama dengan Interpol untuk dikirim ke Singapura. Kita masih pengembangan,” kata Surawan.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com