Jumlah Siswa Keracunan Makanan Bertambah, Wali Kota Pastikan Semua Dapat Pelayanan Kesehatan

Written by on 23 July 2025

Suara Kupang – Jumlah siswa yang mengalami keracunan makanan di Kota Kupang terus bertambah. Hingga Selasa (22/7/2025), tercatat 174 siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang mengalami keracunan dan harus mendapatkan penanganan medis.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat meninjau langsung penanganan korban di Rumah Sakit Mamami, menyebutkan data sebaran siswa yang dirawat terus bertambah.

“Yang dilaporkan kepada saya ada 66 orang di sekolah, 18 orang di RS SK Lerik, 40 di RS Siloam, dan 50 orang di RS Mamami,” ujar dr. Chris.

Sebagai bentuk tanggapan cepat, Wali Kota Kupang, dr Chris Widodo bersama Dandim 1604/Kupang, Letkol Inf. Kadek Abriawan, Wakapolresta Kupang Kota AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, serta Ketua DPRD, Richard Odja turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan para korban berjalan optimal.

“Kita pastikan yang lemas diinfus, dan yang membaik segera dipulangkan. Yang penting sekarang adalah keselamatan pasien. Pemeriksaan juga sedang berjalan untuk mengetahui penyebabnya, apakah dari sayur, lauk, atau nasi,” jelasnya.

Menurutnya, para siswa telah mendapatkan pelayanan medis intensif. Sebagian sudah menunjukkan tanda-tanda membaik, sementara sisanya masih menjalani perawatan lanjutan.

“Saya imbau para siswa untuk sementara tidak mengonsumsi makanan pedas. Jangan khawatir, pasti sembuh,” kata dr. Chris.

Meski demikian, Wali Kota belum dapat memastikan penyebab pasti dari kejadian tersebut. Ia telah memerintahkan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk melakukan investigasi menyeluruh, termasuk menelusuri asal makanan yang diduga menyebabkan keracunan.

“Dapur SPPG ini banyak. Saya belum bisa pastikan dapur mana yang melayani. Nanti kami cek dulu. “Terlalu dini jika kita langsung menyimpulkan. Kita harus pastikan dulu, ini makanan dari dapur MBG atau bukan.” tegasnya.

Chris menegaskan, Pemerintah Kota Kupang akan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami minta maaf atas kejadian ini. Harapan kami, ini menjadi yang terakhir dan tidak terjadi lagi di masa depan,” tegasnya.

Ia menargetkan hasil investigasi awal dapat diketahui dalam satu hingga dua hari ke depan, dan akan menjadi dasar evaluasi ke depannya.

“Kita harus tindak lanjuti dengan serius agar tidak ada lagi kasus seperti ini,” tandas dr. Chris.

Sumber: https://www.victorynews.id/kupang/


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by