IKN Bercita-Cita Warganya Tak Ada Yang Miskin Pada 2035
Written by Naya Kia on 24 July 2025
Suara Kupang – Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berambisi menjadi kota cerdas dan berkelanjutan, tetapi juga menorehkan target revolusioner nol persen penduduk miskin pada 2035.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Conrita Ermanto, mengungkapkan sebuah program percontohan awal (pilot project) tengah dirancang sebagai langkah konkret untuk mencapai target ambisius tersebut.
“Kami rancang program percontohan awal sebagai langkah untuk mencapai target penduduk miskin di IKN,” ujar Conrita superti diwartakan Antara, Senin (21/7/2025).
Fokus utama dari program pemberdayaan ini adalah pemanfaatan lahan sebagai demplot usaha bagi masyarakat prasejahtera.
Konsep yang dikembangkan adalah integrated farming, yang mencakup berbagai pendekatan inovatif seperti smart farming melalui pemanfaatan teknologi dalam pertanian untuk efisiensi dan peningkatan hasil.
Kemudian urban farming melalui pertanian di perkotaan, mengoptimalkan lahan terbatas, dan agroforestry yang mengombinasikan pertanian dan kehutanan berkelanjutan.
Lahan yang akan digunakan disesuaikan dengan potensi yang tersedia. Untuk desa yang memiliki tanah kas desa (TKD), lahan tersebut akan dimanfaatkan.
Sementara untuk kelurahan yang tidak memiliki TKD, Otorita IKN bakal menggunakan lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik Otorita IKN di area penggunaan lain (APL).
Cakupan wilayah delineasi IKN sendiri cukup luas, mencakup sekitar 252.000 hektar. Area ini meliputi Kecamatan Sepaku hingga ke Loa Kulu, Loa Janan, dan enam kecamatan lainnya, termasuk Sanga-Sanga.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan produktif masyarakat, tetapi juga secara signifikan meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Upaya pemberdayaan ini didukung oleh kolaborasi erat lintas direktorat dalam tubuh Otorita IKN.
“Ini merupakan kolaborasi lintas direktorat mulai dari Direktorat Ketahanan Pangan, Direktorat Pertanahan, hingga Direktorat Perencanaan Makro, Mikro dan Sarana Prasarana Sosial,” jelas Conrita.
Selain itu, Otorita IKN juga tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Conrita menyebutkan bahwa pasar kerja yang eksis sekarang adalah dunia usaha dan dunia industri, yang menyasar masyarakat prasejahtera, masyarakat miskin, dan masyarakat berpenghasilan rendah.
“Otorita IKN juga mengidentifikasi kebutuhan pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan tuntutan dunia kerja saat ini, sehingga masyarakat prasejahtera tidak hanya memperoleh pendampingan, tetapi juga siap masuk ke lapangan kerja secara mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Ini berarti program ini tidak hanya memberikan modal atau lahan, tetapi juga membekali masyarakat dengan keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja di masa depan IKN.
Target nol persen penduduk miskin pada tahun 2035 adalah pernyataan ambisius yang membutuhkan strategi matang dan implementasi yang kuat.
Dengan fokus pada pemanfaatan lahan melalui integrated farming, kolaborasi lintas sektor, dan pengembangan keterampilan yang relevan, Otorita IKN berupaya membangun sebuah ekosistem yang inklusif dan memberikan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berdaya.
IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai percontohan kota yang mampu mengatasi salah satu masalah fundamental, yaitu kemiskinan, dengan pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan.
Sumber: https://ikn.kompas.com/