Gerhana Matahari Total Diprediksi Akan Terjadi Pada 2 Agustus 2027
Written by Naya Kia on 24 July 2025
Suara Kupang – Fenomena Gerhana Matahari Total dilaporkan akan terjadi pada 2 Agustus 2027.
Gerhana Matahari Total adalah fenomena astronomi ketika Bulan sepenuhnya menutupi permukaan Matahari sehingga menyebabkan langit menjadi gelap seperti layaknya malam hari.
Dikutip dari Space, Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 bakal menjadi gerhana terpanjang sejak tahun 1991 hingga 2114.
Durasi Gerhana Matahari Total diperkirakan mencapai 6 menit 13 detik.
Langit yang cerah tanpa tutupan awan bisa menjadi daya tarik paling mengesankan untuk menyaksikan fenomena ini.
Peneliti utama Pusat Riset Antariksa, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memastikan Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 tidak bisa disaksikan di Indonesia.
Dia mengatakan, fenomena tersebut hanya terjadi di Afrika Utara dan Arab Saudi.
“Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 tidak terjadi di seluruh Bumi, Indonesia pun tidak terlintasi,” kata dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (223/7/2025).
Menurut Thomas, Indonesia tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total yang terjadi dalam dua tahun mendatang karena tidak dilalui oleh jalur gerhana.
Dia menjelaskan, jalur gerhana bergantung pada konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari sehingga hanya wilayah tertentu yang menjadi gelap.
Adapun jalur Gerhana Matahari Total yang melintasi wilayah Indonesia pernah terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Saat itu, Gerhana Matahari Total dapat dilihat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Di sisi lain, pada saat fenomena terjadi, Indonesia juga sedang mengalami malam hari.
“Ya saat Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 di Indonesia malam,” kata Thomas.
Senada dengan Thomas, NASA juga mengungkap bahwa Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 akan menghiasi langit Afrika dan sebagian Timur Tengah.
Salah satu lokasi strategis untuk menyaksikan Gerhana Matahari ini dengan peluang tutupan awan hampir nol adalah di Libya dan Mesir.
Mesir hampir memiliki peluang langit paling cerah paling tinggi dengan pemandangan bebas awan.
Masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total di Luxor, Mesir yang dilintasi Sungai Nil dan menjadi rumah bagi harta karun Mesir Kuno.
Namun perlu diketahui bahwa pada 2 Agustus 2027, suhu di Mesir bisa mencapai 43 derajat Celsius yang sangat menyengat di kulit.
Bulan yang sepenuhnya akan menutupi Matahari pada saat Gerhana Matahari Total terjadi pada tanggal 2 Agustus 2027.
Bayangan Bulan selebar 258 kilometer (km) itu membutuhkan waktu 3 jam 20 menit untuk melintasi Bumi.
Adapun jalur gerhana yang dilalui dimulai dari Samudra Atlantik, lalu melintasi Spanyol bagian selatan, Maroko bagian utara, Aljazair bagian utara, Tunisia bagian utara, Libya bagian timur laut, Mesir bagian tengah, ujung timur laut Sudan, barat daya Arab Saudi, Yaman, dan ujung timur laut Somalia sebelum berakhir di sebelah timur Kepulauan Chagos di Samudra Hindia.
Sumber: https://www.kompas.com/