Bumi Berotasi Lebih Cepat, Pakar Bicara Soal Pemicunya
Written by Ningsih on 9 July 2025
SuaraKupang – Rotasi Bumi diperkirakan melaju lebih cepat pada Juli hingga Agustus 2025, menyebabkan durasi hari menjadi lebih pendek.
Penyebab fenomena ini masih menjadi misteri, tetapi ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi mulai dari pergerakan Bulan hingga gempa besar.
Peningkatan kecepatan rotasi selama musim panas sebetulnya bukan fenomena baru, tetapi penyebab tren yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini masih misteri bagi para peneliti.
Rotasi Bumi telah berubah signifikan seiring waktu. Saat ini, Bumi berotasi lebih dari 365 kali pada porosnya dalam satu orbit mengelilingi Matahari.
Kendati demikian, panjang hari dalam setahun sebenarnya sangat bervariasi sepanjang sejarah Bumi, dengan durasi kala revolusi Matahari di masa lalu berkisar antara 490 hingga 372 hari.
Dikutip dari IFL Science, banyak faktor memengaruhi kecepatan rotasi, termasuk perubahan permukaan air laut dan pergeseran di dalam Bumi. Namun, faktor terbesar adalah Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi, menyebabkan perlambatan rotasi sekitar 1,8 milidetik per abad.
Dalam beberapa tahun terakhir, panjang hari Bumi diukur secara presisi menggunakan jam atom. Biasanya, detik kabisat ditambahkan sesekali untuk mengimbangi perlambatan Bumi, sebuah tindakan krusial untuk menjaga operasional GPS.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com