Gubernur NTT Launching Sekolah Keberagaman di SMAN 1 Kota Kupang dan SMAN 5 Kota Kupang
Written by Naya Kia on 26 April 2025
Suara Kupang – Gubernur NTT, Melki Laka Lena, melaunching Sekolah Keberagaman di SMAN 1 Kota Kupang dan SMAN 5 Kota Kupang, Kamis 24 April 2025.
Dalam acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut, Gubernur hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Bupati Manggarai Timur, serta rombongan lainnya.
Kehadiran Gubernur dan rombongan disambut meriah dengan tarian tradisional, dan secara simbolis dipakaikan selendang oleh Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo Dheo.
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Sekolah Keberagaman Bersama Peacemakers di Sekolah Menengah Atas, Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Pendidikan Berkualitas.”
Program Sekolah Keberagaman ini telah lebih dulu berjalan di SMAN 5 dan SMAN 1 Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh masyarakat untuk berbangga karena Pancasila lahir di Bumi Flobamorata, sebagai kontribusi besar NTT bagi Indonesia.
“Kita harus berbangga karena harta terbesar yang dipersembahkan NTT untuk Indonesia adalah Pancasila. Karena Pancasila lahir di bumi Flobamorata,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti capaian Provinsi NTT dalam indeks kerukunan umat beragama yang mencapai 84,25 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 76,67 persen.
Hal ini, kata Gubernur Melki menjadi indikator kuat toleransi dan kesetaraan antarumat beragama di NTT sangat baik.
“Capaian ini adalah kerja keras dari semua pihak,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa sekolah adalah miniatur dari masyarakat yang ideal, tempat berbagai latar belakang, suku, agama, dan budaya bertemu dan saling berinteraksi. Karena itu, pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi yang menjunjung nilai keberagaman.
Gubernur juga menekankan pentingnya sekolah dalam mengajarkan toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, serta membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, termasuk kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
“Kami berharap agar peserta didik dibekali dengan rasa kebhinekaan dan kemanusiaan yang sangat kuat,” ujarnya.
Ia berharap SMAN 5 dan SMAN 1 Kota Kupang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya di NTT, dalam menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keberagaman dan toleransi sejak dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menegaskan bahwa penting bagi peserta didik untuk dibiasakan menerima perbedaan melalui cara berpikir, bersikap, dan bergaul.
“Sekolah sebagai wadah keberagaman harus membentuk anak-anak dari hal tersebut,” ujarnya.
Kepala SMAN 5 Kota Kupang, Veronika Wawo Dheo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan dari Gubernur dan Dinas Pendidikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
“Di satuan pendidikan kami akan berjuang semaksimal mungkin untuk tidak adanya kekerasan seksual di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebagai sekolah ramah anak, SMAN 5 akan terus berusaha menjauhkan peserta didik dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun mental.
Sumber : https://kupang.tribunnews.com/