Gubernur Melki: Kurikulum SMA/SMK di NTT Perlu Direvisi Tahun Depan
Written by Naya Kia on 11 April 2025
Suara Kupang – Kurikulum Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) yang dinilai Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena tahun depan perlu direvisi. Sebab kurikulum yang diterapkan saat ini kurang mengakomodasi kebutuhan potensi daerahnya di Ngada, Kabupaten Ngada, Kamis 10 April 2025.
“Karena itu, mulai tahun depan, kita geser kurikulum ke lapangan, mereka juga disiapkan dengan baik untuk memahami dan terlibat dalam pelaksanaan program-program yang ada pada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten,” ujarnya Gubernur Melki.
Menurut Gubernur, kurikulum potensi daerah akan didesain agar anak- anak di Ngada tahu potensi yang ada di daerah tempat tinggalnya. Sebab, daerah akan maju jika potensinya di dipahami, dikelola dan dikembangkan oleh para generasi muda.
Ia juga mengimbau para Kepala Sekolah SMK dan SMA agar lebih aktif mendorong keterlibatan para siswa-siswi masuk dalam sektor produktif dengan mengimplementasikan ilmu yang didapat langsung di lapangan guna menjawab tantangan perkembangan zaman serta dapat mengoptimalkan potensi daerah.
“Kami ingin mulai ada pemikiran bahwa di tingkat pendidikan SMA dan SMK masuk pada sektor-sektor produktif sesuai dengan potensi dan keunggulan yang ada pada daerah masing-masing. Ke depan anak-anak SMA/SMK harus mulai terbiasa untuk masuk kebun, sawah, urus ternak, bertani dan masuk laut,” tandas Gubernur NTT.
Dari Konsumen Jadi Produsen Pangan Sekolah
Dalam paparannya Gubernur Melki menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi peluang emas untuk menggerakkan anak muda terjun langsung ke sektor produksi. Ia mencontohkan sejumlah anak muda yang kini terlibat dalam pertanian untuk menyuplai makanan bergizi ke sekolah-sekolah.
“Mereka yang urus pertanian dan pasok makanan ke dapur MBG sekarang semangat tiap hari ke kebun karena tahu bisa dapat uang besar. Jangan mimpi jadi YouTuber atau konten kreator, itu hanya untuk sedikit orang. Tapi sawah, laut, ternak—itu kebutuhan setiap hari,” ujarnya.
Didalam penegasannya, program ini akan dilaksanakan penuh di Kabupaten Ngada sebagai percontohan, yang saat ini memiliki 9.012 siswa dari 20 sekolah.
Gubernur juga meminta agar para siswa mulai membiasakan mencintai produk-produk lokal.
Contohnya, gunakan dan konsumsi air mineral produksi daerah sendiri, juga produk-produk lainnya yang juga dihasilkan dari UMKM.
“Itu bagian dari kita mendukung pengembangan produk lokal dan akan meningkatkan perekonomian di Ngada juga,” katanya.
Kurikulum Baru: Dari Kelas ke Lapangan
Gubernur Melki juga meminta dinas terkait, khususnya Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kelautan, untuk bekerja sama dalam menyusun kurikulum baru ini. Tujuannya agar pembelajaran praktis di lapangan bisa terintegrasi langsung dengan kebutuhan daerah dan mendukung ketahanan pangan lokal.
“Kalian boleh marah sekarang, tapi saya yakin setelah dijalani, perspektif kalian akan berubah. Ini soal menyiapkan masa depan, bukan sekadar belajar teori,” katanya.
Dengan arah kebijakan ini, pemerintah provinsi berharap anak-anak muda NTT tidak hanya menjadi generasi konsumtif, tapi juga produktif—mengelola sumber daya lokal dan menjadi bagian dari solusi pangan nasional.
Sumber : https://papillonnews.co/