Ru’jara Film karya Mahasiswa Undana NTT tayang perdana
Written by Ningsih on 15 March 2025
SuaraKupang – Film Ru’jara The Journey Begins meraih juara satu dalam festival film pendek nasional berbahasa daerah di Jakarta pada Oktober 2024. dibuat oleh UKM Microfilms Ilmu Komunikasi Undana dan Loobeta yang merupakan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Dan akhirnya Jumat 14 maret 2025 Film ini tayang perdana di Gedung Rektorat Undana Kupang. Ru’Jara artinya perjalanan. film yang menceritakan tentang seorang perempuan muda bernama Mira, yang berjuang bertahan hidup di dunia pasca-apokaliptik yang tandus, setelah perang besar di Timur Tengah.
film ini mengusung tema post-apokaliptik dengan pesan mendalam mengenai isu lingkungan.
Penayangan Film ini didukung oleh beberapa media,yaitu 96SKFM Radio Suara Kupang,NTTFOLKS,NTTZONE,Diamcreative dan Diam.id .
Dalam pemutaran perdana Film Ru’jara berhasil ditonton oleh 400 lebih pengunjung. Adapun sesi penayangan yang diberikan yaitu sesi satu dan dua. Pada sesi satu dikhususkan untuk mahasiswa sementara pada sesi dua dikhususkan untuk masyarakat.
Kesuksesan Film ini meraih sejumlah pencapaian di industri perfilman, termasuk memenangkan Festival Film Pendek Berbahasa Daerah 2024 dan masuk sebagai official selection di IMAC 2025, sebuah festival film nasional bergengsi.
Ada 2 Lokasi yang diambil dalam film tersebut, Oetune dan Hutan raya Amarasi sesuai dengan alur naskah.
Guen Julia pemeran Mira mengungkapkan ini adalah pengalaman pertamanya dalam dunia perfilman.
Dalam waktu 4 hari menyiapkan diri membaca naskah Bahasa sabu meskipun susah tapi bersyukur ada tim yang solid yang selalu mendukung.
sementara Martha Agustina yang berperan sebagai Arya kakak dari perempuan Mira mengatakan ini adalah tantangan awal karena basicnya adalah seorang perawat dan belum terbiasa dengan naskah,selain itu proses berbicara Bahasa sabu dengan menggunkan karakter Arya dan ini harus menggunakan Bahasa sabu sesuai naskahnya.selain itu Martha yang tidak terbiasa langsung dengan camera,bersyukur memiliki crue yang sabar yang terus memberikan semangat.
Sementara itu Produser film “Ru’Jara The Journey Begins” Angie Alodia mengatakan dari awal yang Punya ide pembuatan film Ini adalah sutradara Rey Padji yang melihat cerita apokaliptik dan dibuat dalam naskah dan yakin genrenya fresh sehingga bisa masuk perfilman kota kupang,selain itu mereka punya visi dan misi yang sama,akhirnya dibentuklah crue yang beranggotakan 13 orang dan talent 3 orang.
Ada juga tantangan yang dihadapi adalah ” Tentunya dari segi biaya yang harus diatur baik karena film pertama dan juga sumber daya yang kurang sehingga semua kru harus merangkap tugas saat produksi.
Rey Padji, Sutradara film Ru’jara mengungkapkan tantangan yang dihadapinya adalah,
mengontrol semua kru untuk siap, mempercayakan dan harus bekerja dengan banyak kru. Memastikan waktu, semua kru hrs tau apa yg akan dilakukan dan alat yang dimainkan, “Kondisi perut capek, suasana malam semakin gelap , kami lawan karena kami kejar target spya scene itu tetap berjalan, membangun cerita, menurut Rey, tantangan lainnya adalah pengen bikin cerita yang sedikit masuk akal dan fiksi kemudian mengawinkan dengan budaya yang tidak familiar memang tidak mudah juga,mendalami karakter.selain itu dalam Bahasa asing (sabu) karna kami bukan penutur asli tapi punya banyak keberanian untuk membuat naskah cerita dalam Bahasa Indonesia dan ditranslate lagi kedalam Bahasa sabu, selain itu kami berangkat dari sekumpulan para pemula yang memang belum pernah punya pengalaman dan ini pertama kali menciptakan dunia khayalan kedalam layar lebar.
Produser film “Ru’Jara The Journey Begins” Angie Alodia berharap film ini bisa menjadi motifasi buat teman teman kalau kita harus berani keluar dari zona nyaman. “Harapan kedepannya semoga kami bisa memproduksi kembali Ru’jara kedua atau film lainnya dengan dukungan dan partisipasi yang baik dari semua pihak. Sehingga bisa menghasilkan karya terbaik untuk dinikmati oleh masyarakat.
Rey Padji Sutradara film Ru’jara juga berharap Film ini bisa jadi template baru buat teman teman yang sama sama masih belajar.
Sumber : 96SKFM Suara Kupang