Isu Jokowi Jadi Dewan Pembina Golkar, Agus Gumiwang Nanti Ditentukan Di Munas

Written by on 14 August 2024

Suara Kupang – Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita merespons isu yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan didapuk menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.

Isu ini kembali mengemuka seiring dengan mundurnya Airlangga Hartarto dari kursi Ketum Partai Golkar. Keputusan mendadak Airlangga ini pun membuat pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang semula diagendakan pada Desember 2024 dipercepat menjadi 20 Agustus 2024.

Terkait isu tersebut, Agus menyatakan bahwa segala format organisasi akan ditentukan dalam Munas Partai Golkar, termasuk penentuan ketum definitif pengganti Airlangga.

“Nanti keputusan terhadap siapa yang akan menjadi ketua umum terpilih, semua keputusan berkaitan dengan format organisasi ditentukan di Munas,” kata Agus saat konferensi pers di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (13/8/2024).

Lebih lanjut, dia menjelaskan alasan Golkar menggelar Munas lebih awal dari jadwal yang direncanakan. Keputusan itu diambil lantaran partai berlogo pohon beringin itu membutuhkan segera ketua definitif untuk agenda-agenda kenegaraan yang akan datang setelah Airlangga mengundurkan diri.

“Dilakukan Munas segera, itu karena dalam menghadapi agenda-agenda kenegaraan yang dalam waktu dekat ini kita butuhkan ketua umum definitif,” ucap Agus Gumiwang.

Sementara itu, Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan, pihaknya menyiapkan ‘karpet kuning’ kepada Jokowi untuk bergabung di partainya. Dia menyatakan, Golkar sangat terbuka kepada siapa pun yang ingin bergabung ke partai berlambang pohon beringin itu.

“Jadi Golkar itu adalah partai terbuka. Sehingga siapapun orang-orang yang berprestasi, PDLT (yakni) prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela ya dipersilakan kalau dia kader Golkar,” kata Ridwan kepada merdeka.com, Selasa (13/8/2024).

“Nah, masalahnya emang Pak Jokowi mau apa enggak? Kan gitu, bersedia apa enggak? Karena partainya ini partai terbuka. Cuman karena Pak Jokowi termasuk orang yang memenuhi persyaratan PDLT,” sambungnya.

Bahkan Golkar bersedia menyediakan ‘karpet kuning’ sesuai dengan warna partainya jika memang presiden dua periode itu mau bergabung.

“Jadi ya kita di Golkar sih monggo saja itu, buka karpet kuning istilahnya untuk Pak Jokowi masuk di Golkar, jadi pengurus di Partai Golkar,” ujarnya.

Ridwan menegaskan, partainya sangat menyambut baik jika mantan Wali Kota Solo itu bergabung ke Partai Golkar.

“Sangat menyambut baik, Pak Jokowi kan orang yang berprestasi. Jadi walikota, sekali gubernur, dua kali Presiden. Prestasinya kan bagus kan, dedikasi kepada bangsa dan negara tidak perlu diragukan. Loyalitasnya juga dan tidak tercela, yang PDLT,” tegasnya.

“Pak Jokowi ya, saya yakin bahwa kita membuka tangan untuk menerima Pak Jokowi,” pungkasnya.

 

Source : https://www.liputan6.com

 


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by