Indonesia Bawa Pulang 2 Medali Emas dan 1 Perunggu Olimpiade Paris 2024

Written by on 10 August 2024

Suara Kupang – Veddriq Leonardo yang pertama kali memastikan Indonesia Raya berkumandang setelah mengalahkan para rival rangkaian lomba nomor speed cabang olahraga (cabor) panjat tebing di Le Bourget Sport Climbing Venue.

Usai menyisihkan Bassa Mawem (Prancis) dan Reza Alipour (Iran) dalam perjalanan mencapai final, Veddriq menumbangkan musuh bebuyutan Wu Peng (China) pada laga puncak.

Ini adalah kali pertama cabang di luar bulu tangkis mempersembahkan emas Olimpiade bagi Indonesia. Wakil badminton selama ini memang menjadi andalan Indonesia di Olimpiade. Pasangan emas Susi Susanti (tunggal putri) dan Alan Budikusuma (tunggal putra) pertama kali melakukannya di Barcelona 1992.

Rexy Mainaky/Ricky Subagja (ganda putra, Atlanta 1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (ganda putra, Atlanta 1996), Taufik Hidayat (tunggal putra, Athena 2004), dan Hendra Setiawan Markis Kido (ganda putra, Beijing 2008) melanjutkan tradisi Merah Putih.

Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad (ganda campuran, Rio de Janeiro 2016) dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri, Tokyo 2020) mengikuti jejak. Namun, atlet bulu tangkis Tanah Air gagal merebut emas di Olimpiade Paris 2024, mengulang kegagalan London 2012.

Dengan Sam Watson melengkapi podium speed putra panjat tebing, sukses Veddriq makin terasa istimewa karena Merah Putih berkibar di atas bendera China dan Amerika Serikat. Sam Watson dari AS memecahkan rekor dunia namun hanya meraih medali perunggu. Sedangkan peraih medali perak adalah Wu Peng dari China. Capaian medali emas Veddriq sangat membanggakan dan membuktikan Indonesia mampu mengalahkan dua negara adidaya yang bergantian menguasai status juara umum Olimpiade.

“Senang sekali, Alhamdulillah, terima kasih masyarakat Indonesia. Olahraga ini baru, tetapi diberi kepercayaan dan bisa dibuktikan dengan meraih emas. (Saya) bersyukur untuk pencapaian ini, dan saya pun bangga atas pencapaian ini,” tutur Veddriq pada keterangan resmi NOC Indonesia.

“Medali emas ini berkah dan ini juga merupakan (hasil) kerja keras, usaha, dedikasi semua tim pelatih, atlet, teman keluarga yang telah memberikan doa dan dukungan. Ini juga kado buat Indonesia di ulang tahun ke-79,” tambah atlet panjat tebing kelahiran 11 Maret 1997 tersebut.

Lifter Rizki Juniansyah melanjutkan kebanggaan Indonesia pada rangkaian kompetisi 73kg angkat besi putra yang berlangsung hingga Jumat (9/8/2024) dini hari WIB. Dia memecahkan rekor Olimpiade pada angkatan clean and jerk sebesar 199kg. Dengan angkatan total 354kg, atlet asal Banten itu mengungguli Weeraphon Wichuma (Thailand, 346kg) dan Bozhidar Andreev (Bulgaria, 344kg).

Torehan ini sekaligus membuktikan sepak terjang Rizki bukanlah kebetulan. Sebelumnya Indonesia mengandalkan peraih perunggu Tokyo 2020 Rahmat Erwin Abdullah di kelas ini. Namun, Rizki mengalahkan rekan senegaranya itu pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2024 untuk merebut tiket ke Paris.

Catatan emas Rizki pun melampaui para senior yang terlebih dahulu mempersembahkan medali Olimpiade bagi Indonesia, mencakup Lisa Rumbewas, Sri Indriyani, Winarni, Eko Yuli Irawan, Triyatno, Sri Wahyuni Agustiani, Windy Cantika Aisah, hingga Rahmat Erwin Abdullah.

Baru berusia 21 tahun, Rizki juga menjadi atlet termuda Indonesia yang meraih emas Olimpiade. “Alhamdulillah saya sangat bersyukur kepada Allah SWT bisa buat sejarah medali emas pertama untuk angkat besi di Olimpiade. Ini untuk angkat besi Indonesia,” kata Rizki.

 

Source : https://www.liputan6.com


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by