Dalil Polisi Soal Penembakan Warga Flotim Dinilai Bukan Fakta, Korban Sudah Siuman
Written by SKFM Jojo on 8 August 2024

Suara Kupang – Kelurga Fransiskus Frederik Ebang Diaz (19), korban peluru nyasar menilai penjelasan Kapolres Flores Timur, AKBP I Nyoman Putra Sandita tak sesuai fakta.
Menurut keluarga, polisi hanya membenarkan diri dan tak mengakui kesalahan dalam kasus yang menimpa Fransiskus Diaz di Kelurahan Amagarapati, Kecamatan Larantuka, Flores Timur, Senin, 5 Agustus 2024 malam.
Keluarga korban, Marianus Dea, dalam aksi unjuk rasa bersama ratusan warga di depan Rumah Dinas Kapolres, menyebutkan tak ada aksi pelemparan batu terhadap anggota.
“Tidak pernah lempar. Keponakan saya yang jadi korban penembakan oknum polisi,” ujar Marianus, Selasa, 6 Agustus 2024.
Marianus menilai, polisi membabibuta dan terkesan arogan mengeluarkan tembakan gas air mata dan tembakan peluru karet ke warga Kelurahan Amagarapati.
Bahkan, jelasnya, aparat menganiaya salah seorang warga lainnya bernama, Petrus Pedo Ojan hingga babak belur.
“Kami bukan bagian dari masa tawuran, kami hanya menjaga agar wilayah kami tidak ada dampak tawuran. Tapi kenapa kami yang jadi korban, kenapa gas air mata dan senjata itu harus ditembak ke arah kami,” tandasnya.
Pihaknya berniat melayangkan surat ke Polda NTT dan Kapolri agar oknum yang melakukan penembakan pecat dari institusi Polri.
Fransiskus Diaz yang sementara dirawat di RSUD Larantuka dengan kondisi yang sudah mulai membaik.
Luka tembakan pada bahu kanan bagian belakang sudah diferban. Luka tembakan sedalam 7 centimeter sudah dioperasi.
Fransiskus duduk lemas di atas tempat tidur rumah sakit. Dia sempat tak sadarkan diri saat dilarikan ke rumah sakit yang jaraknya sekira 2 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP)
Pria berkulit sawo matang ini tak menyangka bakal terkena tembakan hingga tak sadarkan diri. Malam itu aparat berseragam lengkap hingga berpakaian preman mengejar mereka.
“Kami lari. Polisi kejar kami. Saya lihat polisi pakai celana panjang bawa dengan senjata,” ungkapnya.
Meski sudah membaik, namun Fransiskus terlihat syok. Dia masih terbata mengucapkan sepata kata saat diwawancara.
Source : https://kupang.tribunnews.com.