Ahli Bongkar Bukti-bukti Cuaca Bumi Makin ‘Aneh’ akibat Krisis Iklim

Written by on 29 July 2024

Suara Kupang – Perubahan iklim global diakui memicu gejala cuaca yang makin aneh saja, seperti gelombang panas (heatwave) dan turbulensi pesawat yang makin sering. Alarm bahaya!

“Ke mana pun kita memandang di seluruh dunia, kita melihat bahwa peristiwa cuaca ini semakin parah akibat perubahan iklim, dan hal itu membahayakan kita semua,” kata ilmuwan iklim Katharine Hayhoe, dikutip dari Space.

Beberapa contoh di antaranya adalah turbulensi yang makin terasa hebat, curah hujan yang memecahkan rekor, gelombang panas yang mematikan, dan kebakaran hutan yang makin mengamuk di banyak negara.

Peristiwa-peristiwa cuaca ini memang pernah terjadi sebelumnya. Masalahnya, peristiwa-peristiwa tersebut terjadi lebih sering dan dalam skala yang jauh lebih besar.

Jawabannya bukan rahasia. Iklim Bumi berubah secara dramatis selama 4,5 miliar tahun sejarahnya. Lingkungan menjadi lebih hangat dan lebih dingin dari sebelumnya. Namun, laju perubahan saat ini menjadi makin membahayakan.

“Kita masing-masing, di mana pun kita tinggal, mengalami dampak perubahan iklim saat ini,” kata Hayhoe, yang juga peneliti utama untuk Pusat Sains Adaptasi Iklim Selatan-Tengah Departemen Dalam Negeri.

Salah satu dampak langsung yang signifikan dari perubahan iklim ialag peningkatan peristiwa cuaca ekstrem yang membahayakan nyawa dan berdampak besar pada ekonomi.

Menurut studi di Jurnal Nature pada 2023, peristiwa cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim merugikan dunia sebesar US$143 miliar per tahun, yang sebagian besarnya (63 persen) disebabkan oleh hilangnya nyawa manusia.

Berikut gejala-gejala cuaca yang makin liar itu:
Gelombang panas

Salah satu dampak perubahan iklim yang paling kentara adalah gelombang panas yang jauh lebih intens.

Yang terbaru adalah di sepanjang Pantai Barat AS yang membuat Las Vegas mencapai rekor suhu tertinggi sepanjang masa, yaitu 120 derajat Fahrenheit (49 derajat Celsius). Sekitar 36 juta orang terdampak peringatan gelombang panas ekstrem tersebut.

Di Arab Saudi, dilansir LiveScience dari BBC, lebih dari 1.300 orang meninggal selama ibadah haji yang bertepatan dengan gelombang panas yang luar biasa. Suhu 52 derajat Celsius dilaporkan melanda Masjidil Haram, Mekkah.

Yunani juga baru saja mengalami gelombang panas paling awal yang tercatat di negara tersebut. Bbeberapa wisatawan meninggal, termasuk presenter TV dan radio Inggris Michael Mosley.

India bagian utara juga terguncang oleh gelombang panas paling parah yang pernah terjadi dengan suhu 49 derajat Celsius. Musim panas di India sebenarnya terkenal panas dan lembap, tetapi gelombang panas tahun ini lebih panjang, lebih intens, dan jauh lebih sering terjadi.

Gelombang panas terjadi ketika sistem atmosfer bertekanan tinggi bergerak masuk dan mendorong udara hangat ke bawah menuju tanah. Saat ini, sistem bertekanan tinggi diperparah dengan kondisi Bumi yang memanas, yang memicu lingkaran setan.

“Semakin hangat, semakin kuat sistem bertekanan tinggi, dan semakin kuat sistem bertekanan tinggi, semakin hangat,” jelas Hayhoe.

Source: https://www.cnnindonesia.com


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by