Perusahaan Elon Musk Berhasil Tanam Chip di Otak Manusia

Written by on 30 January 2024

Suara Kupang – Elon Musk, miliarder terkenal, mengumumkan pencapaian baru dari perusahaan neuroteknologi miliknya, Neuralink. Neuralink berhasil menanamkan chip di otak manusia untuk pertama kalinya, membuka peluang untuk mengontrol perangkat elektronik dengan pikiran. Musk menyampaikan melalui cuitannya bahwa manusia pertama telah menerima implan produk Neuralink, yang merupakan perusahaan pengembangan implan otak yang dimilikinya, dan pasien tersebut telah pulih dengan baik.

Tindakan Elon Musk ini juga sekaligus menjadi perkenalan untuk produk pertama Neuralink yang bernama Telepathy. Dia mengungkapkan bahwa pengguna awal produk ini adalah mereka yang mengalami kehilangan fungsi anggota tubuhnya. Musk juga mengajak netizen untuk membayangkan seorang ilmuwan terkenal seperti Stephen Hawking dapat berkomunikasi lebih cepat daripada sebelumnya, menggantikan penggunaan juru ketik atau juru lelang, karena Hawking, yang menderita ALS sejak usia 21 tahun, terpaksa mengandalkan kursi roda untuk mobilitasnya.

Rencana uji coba penanaman chip di otak sudah diumumkan oleh perusahaan sejak tahun lalu. Proses pemasangan chip ini dilakukan melalui pembedahan di bagian otak yang mengontrol gerakan tubuh, yang kemudian chip tersebut merekam dan mengirim sinyal otak ke sebuah aplikasi. Tujuan utamanya adalah memberikan orang kemampuan untuk mengendalikan kursor komputer atau keyboard menggunakan pikiran mereka sendiri.

Neuralink telah mencari pasien dengan cedera tulang belakang leher atau ALS sebagai partisipan penelitian selama enam tahun. Pasien yang menjadi partisipan penelitian ini menjalani 18 bulan kunjungan di rumah dan klinik, diikuti dengan kunjungan lanjutan selama lima tahun.

Dengan langkah Neuralink menanam chip di otak ini, tampaknya produk ini bukanlah sekadar eksperimen. Neuralink telah mulai menawarkan implan otak pada pasien kelumpuhan. Perusahaan telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk melakukan uji coba pertama pada manusia, yang dijadwalkan dilakukan pada bulan September.

Meskipun demikian, Neuralink tidak luput dari sorotan. Perusahaan telah dihadapkan pada tuntutan terkait protokol keselamatan dan juga didenda karena pelanggaran peraturan Departemen Transportasi AS (DOT) terkait pemindahan bahan berbahaya. 

Pada bulan Juni, perusahaan ini memiliki valuasi sekitar $5 miliar, tetapi pada akhir November, empat anggota parlemen meminta Komisi Sekuritas dan Bursa AS untuk menyelidiki apakah Musk telah menyesatkan para investor mengenai keamanan teknologinya setelah catatan dokter hewan menunjukkan masalah pada implan pada monyet termasuk kelumpuhan, kejang, dan pembengkakan otak.

Source: CNNIndonesia


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by