Prof Tjandra Punya Lima Catatan Terkait Perdebatan Nyamuk Wolbachia untuk Pengendalian Dengue

Written by on 4 December 2023

Suara Kupang – Rencana upaya pengendalian dengue dengan nyamuk mengandung wolbachia yang masih diwarnai dengan pro kontra mendapat tanggapan dari Prof Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.

Tjandra menyampaikan lima hal terkait pendekatan penggunaan nyamuk ber wolbachia tersebut, terutama yang berkaitan dengan WHO dan usulan penelitian mendatang.

Pertama, menurutnya, tim penasihat yang ditunjuk WHO, Vector Control Advisory Group (VCAG), pada tahun 2020 menyatakan bahwa pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti dengan pendekatan wolbachia ini terbukti punya nilai kesehatan masyarakat untuk menangani dengue. Kedua, VCAG adalah tim pakar yang dibentuk oleh WHO, yang tugasnya memberi masukan kepada WHO. 

Ketiga, VCAG pada 2020 merekomendasikan WHO untuk memulai proses pembentukan guideline untuk memformulasi rekomendasi penggunaannya pada pengendalian dengue.

Keempat, untuk jangka depan, Tjandra mengusulkan tiga hal. Pertama, sangat perlu dibenahi maksimal bentuk sosialisasi ke masyarakat, agar penolakan dan resistensi masyarakat dapat dikendalikan dengan baik. “Ini sangat penting dan merupakan suatu hal utama dalam kesuksesan program, kalau memang ingin dijalankan,” ujar  Yoga.

Hal kelima, pendekatan Wolbachia terbukti punya nilai kesehatan masyarakat yang bermanfaat dalam pengendalian dengue, tetapi menurutnya, ada dua catatan penting. 

Sebelumnya rencana pelepasan 200 juta telur nyamuk yang terinfeksi bakteri Wolbachia di Denpasar, Bali, yang dijadwalkan 13 November 2023 mengundang banyak penolakan. Salah satu upaya penolakan adalah munculnya petisi seperti yang dilakukan oleh Gladiator Bangsa. Ada beberapa alasan yang dikemukakan, di antaranya penyebaran jutaan nyamuk tersebut dinilai berdampak besar terhadap pariwisata.

Selain itu Strategi Program Nyamuk Dunia (World Mosquito Program)  untuk  terus menerus mengembangkan bakteri Wolbachia ke dalam tubuh nyamuk menyebabkan penduduk Bali dan wisatawan harus siap menerima tambahan ratusan juta gigitan nyamuk. Nyamuk harus mendapatkan pakan darah sebelum dapat menghasilkan telur. Setiap nyamuk betina akan memproduksi 100 telur, tiga kali selama masa hidup dewasanya.

Source: Tempo


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by