Kupang Lampion Food Street Market 2026 Siap Digelar Maret
Written by Ningsih on 9 February 2026
SuaraKupang – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Event Organiser Baomong Nonstop Kupang (BNS) untuk menggelar Kupang Lampion Food Street Market 2026. Event ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Maret 2026, berlokasi di Jalan El Tari, tepat di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat disiarkan secara luas oleh media agar informasi tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat.
Ketua PSMTI NTT, Hengky Lianto, mengatakan festival ini akan berlangsung setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WITA. Panitia akan memasang sekitar 70 hingga 80 lampion yang menghiasi area sepanjang kurang lebih 2.300 meter.
“Lokasinya di Jalan El Tari, depan Rumah Jabatan Gubernur. Karena ini acara untuk umum, kami berharap dukungan dari bapak ibu wartawan untuk membantu menyebarluaskan informasi kegiatan ini,” ujar Hengky Lianto.
Ia menambahkan, panitia pelaksana telah dibentuk secara resmi dan diketuai oleh dr. Andre Hartanto, lengkap dengan struktur kepanitiaan serta dewan pembina. Pihak panitia juga telah melaporkan rencana kegiatan ini kepada Gubernur NTT dan instansi terkait, serta dalam waktu dekat akan melakukan audiensi lanjutan dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Kupang Lampion Food Street Market 2026, dr. Andre Hartanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah 47 UMKM mendaftar dan siap terlibat dalam festival tersebut. Panitia masih membuka pendaftaran UMKM hingga mencapai target 80 tenant yang telah disiapkan.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar event hiburan, melainkan ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan PSMTI, pemerintah provinsi dan kota, pelaku UMKM, serta masyarakat umum.
“Ini bukan event biasa. Ini adalah ruang kolaborasi untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat Kota Kupang dan NTT,” jelas Andre.
Dari sisi budaya, festival ini akan menampilkan keberagaman budaya yang hidup berdampingan secara harmonis, mulai dari budaya Tionghoa, Timor, Jawa, Batak, hingga berbagai budaya Nusantara lainnya. Selain itu, event ini juga diharapkan dapat mendorong kebangkitan ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku UMKM di Kota Kupang.
Panitia memperkirakan, selama tiga hari pelaksanaan, nilai transaksi ekonomi yang terjadi dapat mencapai lebih dari Rp10 miliar, baik dari penjualan produk UMKM maupun aktivitas ekonomi pendukung lainnya.
Tak hanya itu, Kupang Lampion Food Street Market 2026 juga diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata, seiring dengan rencana pembukaan penerbangan internasional di Kupang ke depan. Event ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik wisata yang mampu memperkenalkan Kota Kupang di tingkat nasional hingga internasional.
“Kami ingin Kupang menjadi kota tujuan wisata. Event ini adalah salah satu bentuk persiapan dan promosi,” tambah Andre.
Panitia pun mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Daerah, baik Gubernur NTT maupun Wali Kota Kupang, yang dinilai sangat responsif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menutup keterangannya, panitia berharap Kupang Lampion Food Street Market 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Panitia juga mengajak media untuk terus membantu menyebarkan informasi positif terkait event ini.
“Kegiatan ini tidak mungkin berjalan maksimal tanpa dukungan teman-teman wartawan. Kami berharap pemberitaan positif bisa terus disampaikan ke publik,” pungkasnya.
Sumber : SuaraKupang