BGN tetap jalankan MBG di NTT pascainsiden di SMPN 8 Kupang

Written by on 2 August 2025

Suara Kupang – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan tetap menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pascainsiden keluhan kesehatan yang dialami penerima manfaat di SMPN 8 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 21 Juli 2025.

Staf Khusus Badan Gizi Nasional (BGN) Redy Hendra Gunawan menyatakan pihaknya telah menangani keluhan kesehatan yang dialami oleh beberapa penerima manfaat dari SMPN 8 Kupang tersebut. BGN bersama pihak dinas kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah melakukan investigasi hingga pengecekan sampel MBG.

“Kami memang menghentikan pelayanan terhadap SMPN 8 Kupang disesuaikan dengan permintaan sekolah untuk pemberhentian pemberian MBG sampai hasil investigasi dan pemeriksaan yang dilakukan BGN, BPOM dan dinas kesehatan setempat serta pemerintah daerah keluar, kemudian pelaksanaan program MBG diseluruh Provinsi NTT tidak terganggu dengan insiden tersebut,” katanya di Jakarta, Jumat.

Redy mengemukakan, seluruh SPPG yang ada di Provinsi NTT per hari ini juga masih melayani 135 ribu penerima manfaat, dan semenjak kejadian di SMPN 8 Kupang, BGN terus melakukan evaluasi dan peringatan kepada SPPG yang melayani penerima manfaat di wilayah tersebut.

“Ini menjadi pengingat bagi BGN untuk memperketat pengawasan dan pelaksanaan MBG sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku,” ucap Redy.

Seiring perkembangan kendala tersebut, terdapat informasi yang beredar di masyarakat tentang pemberhentian operasional SPPG Kelapa Lima 1. Oleh karena itu, BGN menekankan adanya pengetatan SOP terhadap pelayanan di SPPG, memberikan perhatian dan peringatan kepada seluruh kepala SPPG, serta mengimbau para petugas untuk lebih serius dalam pelaksanaan proses pengolahan dari bahan ke pangan.

“SPPG Kelapa Lima 1 tidak berhenti operasional secara total. Namun, sementara waktu, distribusi MBG ke SMPN 8 Kota Kupang dihentikan atas permintaan dari pihak sekolah,” ujar dia.

Ia menegaskan, BGN telah bergerak cepat untuk menanggulangi insiden yang terjadi. Beberapa langkah yang dilakukan BGN di antaranya penyusunan laporan khusus, investigasi dan pendalaman kejadian, serta koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Setelah tindak lanjut, kami sambil menunggu hasil investigasi dan laboratorium terkait sampel MBG pada hari Senin (4/8),” tuturnya.

BGN melihat momen tersebut sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kembali semangat BGN dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu, SPPG Kelapa Lima 1 tetap beroperasi melayani penerima manfaat, kecuali SMPN 8 Kota Kupang. Selain itu, pengawasan ketat juga dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, NTT, memastikan penanganan medis optimal bagi 140-an siswa SMPN 8 Kupang yang mengalami gangguan kesehatan karena diduga keracunan MBG.

“Yang paling utama sekarang adalah keselamatan anak-anak kita. Jangan dulu sibuk mencari siapa salah, siapa benar, sementara anak-anak sedang butuh pertolongan medis. Mereka butuh infus, butuh stabilisasi. Itu yang paling penting saat ini,” kata Wali Kota Kupang Christian Widodo.

Anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan tersebut dirawat di tiga rumah sakit terdekat, antara lain RSUD SK Lerik, RSU Mamami, dan RS Siloam. Adapun gangguan kesehatan berupa diare dan muntah-muntah.

Wali Kota Kupang bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan secara langsung para siswa di sejumlah rumah sakit tersebut.

Sumber: https://www.antaranews.com/


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by