Ribuan Anak NTT Lolos Perguruan Tinggi Nasional Berkat Quik Win Melki-Johni

Written by on 15 July 2025

Suara Kupang – Program Quick Win Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil memberikan dorongan signifikan bagi ratusan siswa lokal meraih masa depan gemilang. Salah satu hasil paling mencolok adalah capaian penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi nasional melalui jalur SNBP dan SNBT tahun 2025, yaitu 4.642 siswa NTT diterima di berbagai PTN—sebuah lonjakan drastis dibanding tahun sebelumnya.

Melalui Pendampingan Masuk Perguruan Tinggi, TNI, Polri, dan Sekolah Kedinasan, program ini juga berhasil menempatkan 124 siswa NTT resmi diterima di institusi negara dan sekolah kedinasan—angka ini mengalami kenaikan signifikan dibanding jumlah di bawah 100 di tahun-tahun sebelumnya.

Sejak Maret 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT telah menjalankan program ini dengan strategi matang yakni pemetaan minat di 22 kabupaten/kota dan try out serentak bersama Ruang Guru. Lalu pendampingan fisik dan psikotes oleh TNI/Polri dan sosialisasi daring hingga daerah 3T.

Total 2.137 siswa ikut serta, dan lebih dari 1.000 siswa berhasil menembus tahap seleksi akademik dan psikotes.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan NTT, Ambros Kodo, program ini dirancang untuk memberikan keadilan akses pendidikan, terutama bagi siswa dari wilayah terpencil.

“Kami tidak ingin ada anak NTT yang gagal menggapai masa depannya karena keterbatasan informasi atau pembinaan,” ujar Ambros, Jumat (11/7/2025).

Ambros menambahkan, pendampingan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga karakter, dengan menyediakan simulasi berbasis CAT dan bimbingan fisik-akademik. Keberhasilan ini membuka peluang agar Quick Win menjadi agenda tahunan, bahkan dengan alokasi APBD khusus.

Program ini didukung oleh kolaborasi antara TNI, Polri, institusi pendidikan tinggi, alumni kedinasan, dan lembaga pelatihan, termasuk penyelenggaraan try out UTBK dan tes kedinasan secara massal dengan melibatkan sekolah, guru, dan orang tua.

Meski telah berdampak luas, beberapa tantangan masih perlu dihadapi, seperti terbatasnya fasilitas latihan fisik, konektivitas internet yang belum merata, dan kurangnya pelatih psikotes.

Rekomendasi strategi ke depan termasuk penguatan Quick Win dalam RPJMD pendidikan NTT, pengembangan platform digital pendampingan, kerja sama dengan institusi terkait, peningkatan kompetensi guru BK, dan program pendampingan berbasis kebutuhan lokal.

Dengan angka 4.642 siswa diterima di PTN dan 124 masuk TNI/Polri/kedinasan, Quick Win terbukti bukan sekadar program rutinitas, tetapi terobosan nyata dalam meningkatkan sumber daya manusia NTT. Kini, generasi muda bersiap membawa nama NTT ke panggung nasional—menjawab visi besar pemerintah NTT dalam pembangunan manusia.

Sumber: https://www.korantimor.com/


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by