Produksi Matcha Jepang Anjlok Akibat Gelombang Panas, Harga Melonjak hingga 170 Persen

Written by on 8 July 2025

Suara Kupang – Para pecinta matcha harus siap merogoh kocek lebih dalam.

Produksi matcha di Jepang mengalami penurunan signifikan tahun ini akibat suhu panas ekstrem, mendorong harga daun teh hijau premium ini ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Kyoto, wilayah yang menyumbang sekitar seperempat dari total produksi tencha — daun teh yang dikeringkan dan digiling menjadi matcha — mengalami gelombang panas hebat selama musim panas tahun lalu, yang tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah Jepang.

Akibatnya, hasil panen April–Mei 2025 pun melemah drastis.

Masahiro Yoshida, seorang petani teh generasi keenam di kota Uji, hanya mampu memanen 1,5 ton tencha tahun ini, turun 25 persen dari rata-rata tahunannya sebesar 2 ton.

“Musim panas tahun lalu sangat panas hingga merusak semak teh kami. Akibatnya, jumlah daun yang bisa dipetik jauh lebih sedikit,” ujar Yoshida, seperti mengutip Malay Mail, Sabtu (4/7/2025).

Lonjakan permintaan global, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z yang mencari alternatif minuman sehat, turut memperparah kelangkaan. Matcha, yang dikenal kaya antioksidan dan berkafein tinggi, kini populer dalam bentuk latte, smoothie, hingga dessert di kafe-kafe urban seluruh dunia.

Tren ini diperkuat oleh viralnya konten matcha di media sosial sejak musim gugur lalu, mendorong lonjakan permintaan hingga sepuluh kali lipat di beberapa distributor internasional.

“Saya hampir selalu kehabisan stok,” kata Yuki Ishii, pendiri distributor matcha Tealife yang berbasis di Singapura.

Menurut Asosiasi Produksi Teh Jepang, produksi tencha tahun 2024 mencapai 5.336 ton — meningkat hampir 2,7 kali lipat dari satu dekade lalu. Namun, asosiasi memperkirakan produksi tahun ini justru menurun akibat dampak cuaca ekstrem.

Harga tencha melonjak tajam di lelang Kyoto pada Mei lalu, mencapai ¥8.235 per kilogram — naik 170 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan jauh melampaui rekor sebelumnya sebesar ¥4.862 pada 2016.

Marc Falzon, pemilik perusahaan penggilingan Ooika Co. di New Jersey yang membeli tencha dari petani Uji, menyebut kondisi ini sebagai tantangan serius.

“Saya kira banyak yang berharap panen tahun ini bisa menutup kekurangan stok. Tapi sepertinya harapan itu pupus,” katanya.

Meski para produsen Jepang berupaya memperluas lahan tanam matcha, hasilnya tidak bisa langsung dinikmati.

“Ladang teh baru butuh waktu lima tahun sebelum bisa dipanen,” jelas Falzon.

“Kemungkinan besar, harga akan terus naik drastis dalam waktu dekat.”

Sumber: https://www.liputan6.com/global/


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by