Kementan RI Minta Pemprov NTT dan Masyarakat Kendalikan Populasi Hewan Penular Rabies
Written by Ningsih on 15 May 2025
SuaraKupang – Kementerian Pertanian RI meminta masyarakat dan semua pemangku kepentingan agar membantu pengendalian populasi hewan.
Hal itu disampaikan Drh Hastho Yulianto, perwakilan dari Kementerian Pertanian RI pada kegiatan, United for NTT Against Ralbies Through Animal Welfare Focus Group Discussion, Kamis (15/5/2025) di Hotel Harper Kupang.
Kegiatan itu diselenggarakan JAAN Domestio & Humane World for Animals”United Against Rabies: Together for Animal Welfare Program in Indonesia’s Nusa Tenggara Timur Province.
Hastho Yulianto dalam sambutannya secara virtual memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan
Hastho Yulianto berkata, peningkatan populasi hewan kesayangan yang tidak terkendali menjadi ancaman serius. Hal itu membuat lingkungan menjadi kotor dan menyebabkan polusi.
“Semakin mengkhawatirkan terutama di wilayah perkotaan. Efeknya lingkungan kotor, tercemar akibat mereka membuang kotoran seperti urine,” kata Hastho Yulianto.
Hastho Yulianto mengatakan, akibat dari itu seringkali membuat masyarakat harus mengusir bahkan menganiaya hewan itu. Peningkatan populasi hewan juga bisa menimbulkan rabies hingga penyakit lainnya.
“Resiko yang paling nyata akibat anjing yang berkeliaran adalah rabies. Pemeliharaan hewan yang tidak bertanggung jawab akan menjadi problem dalam pengendalian hewan rabies,” ujar Hastho Yulianto.
Pengendalian bisa dilakukan dengan sterilisasi dan mengelola sampah maupun tanggung jawab dan memberikan pemahaman kepada masyarakat perihal pembuatan shelter.
Sumber : https://kupang.tribunnews.com