BMKG Peringatkan Ancaman 2 Bibit Siklon Tropis di Dekat RI
Written by Ningsih on 16 April 2025
SuaraKupang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kemunculan dua bibit siklon tropis di dekat wilayah Indonesia. Simak dampaknya.
BMKG, dalam laporan Prospek Cuaca Mingguan Periode 15-21 April 2025, mengungkap bahwa mereka memantau masih ada potensi curah hujan signifikan di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang April 2025. Menurut BMKG, periode ini masih dalam periode rentang musim siklon tropis di belahan selatan (November-April), yang secara klimatologis turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan, terutama di wilayah timur dan selatan Indonesia.
“BMKG kembali memonitor adanya bibit siklon tropis 96S dan 97S di Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta,” tulis BMKG dalam laporannya.
BMKG menjelaskan Bibit Siklon 96S terpantau berada di sekitar Laut Timor, tepatnya di selatan Pulau Rote – Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan udara 1002 hPa, yang bergerak ke arah barat – barat daya. Bibit siklon tropis 96S ini berpotensi meningkatkan signifikansi cuaca di sekitar wilayah NTT dan peningkatan tinggi gelombang laut di Perairan Selatan Timor – Rote, Perairan Selatan Sabu – Raijua, Laut Sawu, dan di Samudra Hindia selatan NTT.
Pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 96S diprediksi persisten dengan pergerakan ke arah barat – barat daya menuju Samudera Hindia di sekitar bagian barat laut perairan Australia dalam 24 jam ke depan.
Menurut BMKG, dalam 48 hingga 72 jam ke depan, intensitas bibit siklon ini diprakirakan meningkat dengan kecepatan angin mencapai lebih dari 35 knot dan pergerakan ke arah barat – barat daya, semakin menjauhi wilayah Indonesia. Secara umum potensi Bibit Siklon Tropis 96S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam berada dalam kategori sedang-tinggi.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 97S terpantau berada di Laut Arafura selatan Papua, dengan kecepatan angin maksimum 15 knot, tekanan udara 1008 hPa, dan pergerakan cenderung persisten serta posisi stasioner.
Bibit siklon tropis 97S memberikan pengaruh pada potensi cuaca signifikan di wilayah Maluku dan Papua Selatan. Selain itu, bibit siklon ini juga menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut di Laut Arafura.
Pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 97S juga diprediksi cenderung presisten, dengan posisi stasioner di sekitar Laut Arafura. Potensi bibit siklon tropis 97S berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan berada dalam kategori rendah.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/