Tingkatkan Literasi, Agupena NTT Terbitkan 33 Buku Karya Guru

Written by on 17 December 2024

Suara Kupang – Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) NTT berhasil menerbitkan 33 buku karya guru-guru yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Pencapaian ini merupakan capaian luar biasa dan sumbangsi dari Agupena untuk meningkatkan literasi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peluncuran 33 buku ini dilakukan dalam rangka perayaan HUT Agupena ke-10 yang berlangsung di Hotel Neo Aston Kupang, Sabtu 14 Desember 2024.

Penerbitan buku ini menjadi salah satu program utama Ketua Agupena NTT, Lilis Ika Herpianti Sutikno, yang berhasil diwujudkan dengan dukungan para guru.

Dalam acara tersebut, hadir sebagai pembedah buku, Marsel Robot, seorang sastrawan NTT yang juga dosen Bahasa dan Sastrawan Universitas Nusa Cendana (Undana).

Marsel memberikan apresiasi tinggi terhadap karya para guru dan menyebutnya sebagai langkah penting dalam membangun budaya literasi di NTT.

“Bahwa masih ada catatan-catatan terhadap karya itu, tapi mereka sudah mulai. Nah ini, cara lain untuk meretas lorong kegelapan literasi kita,” ujar Marsel.

Marsel menekankan bahwa aktivitas literasi di kalangan guru harus terus digiatkan karena guru memiliki peran penting sebagai contoh bagi siswa dan masyarakat.

Menurutnya, guru yang aktif membaca dan menulis akan menginspirasi lingkungannya untuk melakukan hal serupa.

“Guru menjadi pembaca yang baik, menulis yang baik, yang kemudian diviruskan, dan ini sedang dilakukan Agupena,” tambah Marsel.

Lebih lanjut, Marsel berharap agar pemerintah turut mendukung gerakan ini dengan berkolaborasi bersama organisasi guru seperti Agupena untuk meningkatkan literasi di NTT.

“Kita ini literasinya sangat rendah, maka gerakan-gerakan seperti ini harus terus didukung. Apalagi dilakukan guru. Gerakan ini perlu diperluas dan diperkuat hingga tingkat kabupaten/kota agar bisa bergerak bersama-sama,” tegasnya.

Penasehat Agupena NTT, Thomas Sogen, turut mengapresiasi capaian penerbitan 33 buku ini.

Ia berharap semakin banyak guru yang ikut berkiprah dalam dunia literasi untuk mengatasi rendahnya tingkat literasi di NTT.

“Apalagi di NTT, satu temuan yang mengejutkan adalah banyak kalangan, termasuk mahasiswa sekalipun, belum bisa membaca secara baik dan benar. Ini menjadi PR berat bagi pemerintah dan semua pihak untuk bagaimana literasi terus digaungkan,” ujar Thomas.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah meluncurkan Gerakan NTT Membaca dan Menulis (Gentabelis). Dalam konteks ini, keterlibatan Agupena dinilai penting untuk menyukseskan program tersebut.

Ketua Agupena NTT, Lilis Ika Herpianti Sutikno, menyatakan bahwa penerbitan 33 buku ini adalah hasil kerja keras bersama.

Sejak dilantik sebagai Ketua Agupena, ia berkomitmen untuk mendorong para guru menulis dan menerbitkan karya.

“Ini adalah kerja sama semua pihak. Saya dalam berbagai kesempatan selalu mendorong teman-teman guru untuk terus menulis,” kata Lilis.

Lilis menambahkan bahwa Agupena, sejak dibentuk pada 2013, telah menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal finansial. Namun, semangat para guru yang tergabung dalam organisasi ini membuat Agupena terus bertahan dan berkembang.

Kini, Agupena telah bermetamorfosis menjadi organisasi yang semakin dibutuhkan para guru karena memiliki jurnal ilmiah ber-ISBN yang mendukung karya tulis mereka.

 

 

Source : https://kupang.tribunnews.com


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by