CIMB Niaga Bantu Ibu-ibu Kembangkan UMKM di Kupang
Written by Ines on 22 November 2024

Suara Kupang – Bank CIMB Niaga membantu ibu-ibu di Kupang, Provinsi NTT untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM.
Community Delvelopmemt Health CIMB, Astrid Chandra Sari menjelaskan, setiap tahun pihaknya merekrut hampir 50 UMKM di wilayah Indonesia Timur. Awalnya, para pelaku UMKM itu mengajukan proposal untuk mendapat bantuan modal tanpa bunga dari CIMB Niaga.
“Sebetulnya, ketika mereka ajukan ke kami ada proposal. Kayak gini, kita bisa site visit untuk bisa mendengar mereka,” kata dia saat site visit tiga pelaku UMKM di Kupang, Kamis 21 November 2024.
Astrid Sari mengatakan, untuk pelaku UMKM di Kupang masuk pada musim kedua. Dia bilang, dalam kunjungan ini, dia menyebut rata-rata pelaku UMKM ingin menegaskan soal legasi sebagai orang NTT dan memberi manfaat bagi orang lainnya.
Program itu, kata dia, juga dikolaborasikan dengan Berdaya Bareng. Astrid Sari menilai, tiga pelaku UMKM yang dilakukan penilaian itu sudah mempunyai perkembangan yang bagus. Dengan visit itu agar ada intervensi lainnya agar UMKM yang ada terus berkembang.
“Kita sebetulnya, meskipun pinjaman. Sebetulnya idenya itu kalau mau dikasih modal itu selesai, habis kan, tapi secara UMKM harus jalan sambil mengembalikan modal itu pelan-pelan,” ujarnya.
Dia bilang, tiga UMKM yang ada itu memiliki komitmen kuat untuk pengembalian modal itu. Hal itu akan menjadi catatan terutama dari keinginan kuat dari pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha yang mengambil segmen lokal.
Astrid Sari mengatakan, program itu sengaja diberikan ke kelompok perempuan karena bisa melakukan pengelolaan lebih baik. Paling tidak, ikut membantu meningkatkan kualitas hidup keluarga.
“Musim satu itu sudah mulai ajukan proposal kedua, ketiga. Itu di Manado, Balikpapan sama Samarinda dan seterusnya. Musim dua, tiga itu Kupang selalu ada. Kalau dilihat dari angka stunting, itu memang harus dibantu,” katanya.
Pada musim kedua itu, Kupang mendapat 11 pelaku UMKM. Pada musim ketiga, saat ini sedang dilakukan seleksi dan akan dilakukan penetapan untuk persiapan intervensi.
Rehanny Mooi owner dari Smooth Moves di Kupang mengatakan, dia mengikuti program Berdaya Bareng. Meski hanya mencoba, dia dinyatakan lolos. Berbagai hal diajarkan selama mengikuti program tersebut.
Mooi sendiri, sebelumnya tinggal di luar negeri. Dia kembali ke Kupang dan mulai membuka usaha. Mulanya, usaha itu masih terbatas. Berbagai kegiatan pameran hingga pelatihan ia ikut.
“Dengan itu, kita belajar. Cara foto produk untuk konten, berbicara menjelaskan produk kita,” katanya.
Sebagai seorang penerima pinjaman tanpa bunga dari CIMB Niaga, Mooi mengaku kesempatan itu diperoleh karena usahanya. Dia berpikir positif mengikuti proses seleksi itu. Tahapan itupun punya berbagai macam tantangan.
“Saya kepingin, produk NTT cemilan, bisa terkenal tapi bisa ada produk UMKM yang keluar dari NTT yang bisa membanggakan,” ujarnya.
Dengan begitu, maka paling tidak ada hal yang dia tinggalkan untuk generasi berikutnya. Tidak saja corak NTT mengenai potensi wisata, tapi juga produk lokal yang ikut mengharumkan nama NTT.
Saat ini bermitra dengan tiga tokoh oleh-oleh di Kupang. Hampir satu bulan, tiga tokoh itu meminta pasokan bahan hampir 100 pcs.
Ani Latumalea dari UMKM Felix Bakery And Snack di Kelurahan Liliba menjelaskan, usaha itu dirintis setelah pandemi covid-19 dengan usaha jualan kue dan steak. Awalnya dia bekerja lembaga sosial masyarakat. Dia kemudian memulai usaha mandiri agar bisa memberi pemasukan bagi keluarga.
Dia juga awalnya membuat steak keju. Waktu itu hanya menjual ke tetangga maupun sesama. Ide itu membawanya kemudian membuat produk semacam ini. Perjalanannya pun nyaris sama. Mengikuti program dan pengajuan pinjaman tanpa bunga ke CIMB Niaga.
“Bergabung dengan tim Berdaya Bareng, saya mendapat pelatihan selama tiga hari, dan sebelumnya kami belajar online. Banyak ilmu yang saya terima, praktik. Saya semakin semangat,” ujarnya.
Dia mengatakan, steak kelor kemudian menjadi bagian upaya penting dirinya untuk membuat produk. Disamping ada bahan lain seperti steak sorgum. Bantuan Berdaya Bareng dari CIMB Niaga, kemudian membantu dirinya.
Dia bilang, sokongan itu untuk membuat kemasan. Perjalanan waktu, hampir 7 tokoh produknya itu dijual. Selain di Kota Kupang, produk yang ada juga dijual di Labuan Bajo. Setidaknya sekali orderan paling sedikit 200 pcs.
“Ke depan ruang produksi sudah jadi, ada beberapa tokoh oleh-oleh, daya rencana ruang produksi jadi saya rencana bisa tercapai bisa selesai dan produksi lebih banyak,” katanya.
Produksi, dia melibatkan suami dan anaknya serta beberapa saudara yang dilibatkan jika produksi semakin banyak. Sistemnya pembayaran secara harian. Memang belum secara bulanan karena belum melakukan produksi dalam skala besar.
Tiap bulan rata-rata 60-70 bungkus. Paling banyak produk yang diminati adalah steak kelor. Perwakilan CIMB Niaga Cabang Kupang menegaskan pihaknya terus memberikan dukungan ke pelaku UMKM termasuk memberikan promo khusus bagi pembeli yang berbelanja di tempat itu menggunakan QRIS.
Source : https://kupang.tribunnews.com