Pembangunan Tembok Penahan Abrasi di Paupanda Ende, Dikerjakan Awal 2025
Written by Santi on 19 October 2024

Suara Kupang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menyetujui proposal pengajuan rehab rekonstruksi pasca bencana yang diusulkan BPBD Kabupaten Ende pada tahun 2023.
Persetujuan BNPB itu ditindaklanjuti dengan peninjauan dua lokasi yang akan dilakukan rehab rekonstruksi pasca bencana yakni pembangunan turap penahan abrasi di Maubasa, Kecamatan Ndori dan di SPBU Nelayan di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan.
Panjang turap abrasi yang akan dikerjakan di SPBU Nelayan di Paupanda sepanjang 225 meter dengan total anggaran sebesar Rp 5 miliar lebih.
Sekertaris BPBD Kabupaten Ende, Yulius Emanuel kepada POS-KUPANG.COM, Kamis, 17 Oktober 2024 mengatakan, proses pengerjaannya direncanakan dimulai pada awal tahun 2025.
“Sekarang masih dalam proses perencanaan,” tandas Yulius.
Banjir rob kembali menghantam ratusan rumah warga d Kelurahan Paupanda dan Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sejak, Kamis, 17 Oktober 2024 dini hari pukul 01.00 WITA.
Pantauan POS-KUPANG.COM, di wilayah RT.006/RW.003, Kelurahan Paupanda, sebanyak tiga buah rumah rusak parah. Dinding rumah yang sebagian besar terbuat dari seng tak bisa menahan hantaman banjir rob.
Bahkan, material pasir dan bebatuan di pinggir pantai juga dibawah banjir rob hingga masuk ke dalam rumah. Menurut penuturan warga, kondisi ini sering terjadi setiap tahun.
Banjir rob bahkan menggenangi rumah-rumah warga. Selain tiga rumah yang terdampak paling parah, ratusan rumah di wilayah pesisir dua kelurahan di wilayah Kecamatan Ende Selatan itu digenangi banjir rob. Selain rumah-rumah warga, satu buah fasiltas umum milik SPBU di Dermaga Nelayan Paupanda juga ambruk.
Akibatnya, ratusan warga baik di Kelurahan Paupanda maupun Rukun Lima terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ada yang mengungsi ke rumah-rumah warga yang tidak terdampak banjir rob di bagian atas jalan, ada yang terpaksa membangun tenda-tenda darurat di pinggir jalan.
Diantara ratusan pengungsi, ada anak-anak dan juga lansia.
Camat Ende Selatan, Daud Laba yang turun langsung meninjau warga kondisi warga, Kamis, 17 Oktober 2024 siang mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan untuk memastikan jumlah rumah dan warga yang terdampak banjir rob.
“Kita belum bisa pastikan tapi sekarang masih pendataan, tapi dari sisi kemanusiaan kita sudah berkoordinasi dengan BPDB untuk melalukan evakuasi warga di tenda-tenda darurat,” ujar Daud Laba.
Daud juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Ende untuk memberikan bantuan darurat permakanaan bagi warga yang terdampak banjir rob.
“Yang paling pertama kita lakukan itu tindakan penyelamatan terhadap manusianya soal hal-hal lain itu kemudian,” tandas Daud Laba.
Saat ini satu buah tenda BPBD Kabupaten Ende sudah didirikan. Selain itu, beberapa buah tenda swadaya warga menampung para pengungsi.
Source : https://kupang.tribunnews.com