Sekretaris Desa Tolnaku Sebut Penyebab Dua Kadus Adu Jotos Karena Persoalan Jaga Beras

Written by on 12 October 2024

Suara Kupang – Alasan dua kepala Dusun yang adu jotos saat pembagian beras bantuan sosial di kantor desa Tolnaku karena Marten Mella tidak terima Ruben Kefan tak ikut jaga beras saat malam hari.

Sekretaris Desa Tolnaku, Jemi Bait menyebut kejadian ini bermula saat bantuan beras yang diturunkan ke kantor desa Tolnaku pada hari Rabu 9 Oktober 2024.

Karena rumah warga cukup jauh dari kantor desa sehingga disepakatai semua aparat desa termasuk para kepala dusun bermalam di kantor desa untuk menjaga beras tersebut agar tak dicuri.

Pada malam Kamis tersebut Kepala Dusun 3 Ruben Kefan tidak ikut berjaga sehingga menantik emosi Marten Mella pada keesokan harinya saat bertemu korban hingga berlanjut sampai perkelahian itu.

“Kejadian kemarin sekitar jam 3, Saya tidak tahu ada masalah lain tapi sejak pagi semua baik aja. Kejadiannya (perkelahian) tidak lama karena mssyarakat langsung leraikan mereka dan korban juga tidak luka,” ungkapnya.

Hari ini juga dirinya masih mencoba mendamaikan kedua kepala dusun tersebut secara kekeluargaan karena keduanya masih ada hubungan kekerabatan namun Kadus Ruben tak terima dan sudah melapor ke Polres Kupang.

Kata Jemi, seusai kejadian suasana kembali aman dan sampai saat ini situasi disana kembali konfusif.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kupang yang dikofirmasi mengatalana masih menelusuri laporan tersebut.

Sebelumnya, sebuah potongan video berdurasi 16 detik menampilkan dua orang berkelahi di sebuah ruangan dan ditengahi oleh beberapa orang di sana.

Setelah ditelusuri kejadian itu terjadi di Desa Tolnaku Kecamatan Fatuleu dan kedua pria yang berkelahi adalaha dua kepala dusun Marten Mella dan Ruben Kefan yang terjadi pada Kamis 10 Oktober 2024 di Kantor Fesa Tolnaku.

“Itu dua kepala dusun yang berkelahi gara-gara pembagian beras bansos,” terang Nadab salah satu warga Tolnaku yang megetahui kejadian tersebut.

Kata perkelahian tersebut ditengarai keributan nenyangkut ketidakpuasan mekanisme pembagian bansos di desa tersebut yang tidak merata.

Marten Mella yang tidak puas kemudian mengeluarkan kata makian kepada rekannya Ruben Kefan yang bertugas menjaga betas tersebut.

Awalnya mereka saling adu mulut dan disaksikan warga yang datang ke kantor desa untuk mengambil jatah beras bantuan mereka.

Umpatan demi umpatan mereka lontarkan bahkan sampai membawa persoalan keluarga dan masalah pribadi ke dalam pekerjaan mereka tersebut.

Namun karena suasana makin panas keduanya sampai tersulut emosi dan bakuhantam pun tidak terelakkan lagi.

 

 

Source : https://kupang.tribunnews.com


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by