Presiden Jokowi ke NTT, Pengamat: Pesan Politik dan Untungkan Paslon KIM
Written by Santi on 4 October 2024

Suara Kupang – Kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Provinsi NTT selama 1-3 Oktober 2024 dinilai memberi efek ke pasangan calon atau Paslon yang diusung partai politik dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), pimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Pengamat politik Unwira Kupang, Dr Urbanus Ola Hurek mengatakan, kunjungan akhir masa jabatannya sebagai Kepala Negara itu tidak bisa bebas nilai. Paling tidak memberi keuntungan bagi paslon ada dalam satu gerbong KIM.
“Dalam kontestasi pilkada di NTT, kedatangan atau kunjungan Presiden pada akhir masa jabatan ke NTT ini tidak bebas nilai. Kunjungan presiden ini menguntungkan Paslon yang sejalan dengan koalisi KIM pada Pilpres 14 Februari 2024 lalu, agar terjalin relasi Jakarta – Daerah berjalan harmonis dan merawat serta meneruskan program rezim sebelumnya,” kata dia, Jumat 5 Oktober 2024.
“Dengan demikian boleh kunjungan Presiden Joko Widodo ini boleh dikatakan membawa pesan politik yang patut dimaknai berbagai pihak yang sedang terlibat langsung dalam pilkada di NTT. Para pihak yang terlibat itu, seperti; paslon, partai pengusung, tim sukses maupun rakyat pemilih,” tambah dia.
Rangkaian agenda yang dilakukan mantan Wali Kota Solo itu semata ingin memastikan kepemimpinan selanjutnya bisa berjalan baik. Sebab, ada putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka yang menjadi Wakil Presiden terpilih.
“Hal ini sangat mungkin karena putra beliau akan dilantik menjadi wakil presiden pada tanggal 20 Oktober 2024 ini,” kata dia.
Tentu, kata Ola Hurek, harapan Presiden Jokowi adalah meminta dukungan rakyat agar masa kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran dapat mengimplementasikan visi-misi dan program-program prioritas termasuk meneruskan program yang sudah dikerjakan pada masanya.
“Dengan demikian keberpihakannya pada calon dalam pilkada adalah pada Paslon tertentu yang dipandang memiliki visi, misi dan kapasitas untuk mendukung Presiden dan Wapres baru serta menerus lanjutkan agenda pembangunannya,” ujarnya.
Adapun pasangan calon gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan calon wakil gubernur Johni Asadoma merupakan pasangan yang diusung mayoritas partai dari barisan KIM.
Setidaknya ada 11 partai politik seperti Golkar, Gerindra, PSI, Demokrat, PAN, Gelora, Garuda, Prima, PKN, PPP dan Perindo. Total ada 36 kursi DPRD dari 65 keseluruhan kursi DPRD NTT.
Pasangan dengan nomor urut dua ini, dalam berbagai kesempatan menegaskan peluang yang didapat bila terpilih. Sebab, Melki dan Johni punya akses lebih kuat ke pemerintah pusat, bermodal KIM.
Melki Laka Lena merupakan ketua tim pemenangan Prabowo – Gibran di NTT. Ditangan Melki, lebih dari 65 persen kemenangan diraih Prabowo – Gibran di Pilpres 2024 lalu. Sementara Johni, pensiunan Polri yang merupakan kader Gerindra. Mantan Kapolda NTT itu lama bertugas di Divisi Hubinter Mabes Polri.
Diketahui, dalam Pilgub NTT terdapat tiga paslon. Selain Melki – Johni, ada juga Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto. Keduanya diusung PDI Perjuangan, Hanura, partai Buruh dan PBB. Paslon ini ada di nomor urut satu.
Sementara paslon nomor urut tiga ada nama Simon Petrus Kamlasi dan Andre Garu. Pasangan ini disokong PKB, NasDem dan PKS.
Source : https://kupang.tribunnews.com