Bank NTT Kerjasama dengan Pemprov NTT Biayai Studi ke Jerman
Written by Ningsih on 18 August 2023
Suara Kupang – Akhirnya Misi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan wakilnya Josef Nae Soi untuk menyekolahkan anak-anak muda NTT ke luar negeri mulai terwujud dengan penandatanganan perjanjian kerja sama serta sosialisasi sistem pendidikan vokasi dan training industri di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Rabu (16/8/2023) siang.
Penandatanganan kerja sama tersebut ditujukan untuk pendidikan sekolah unggulan provinsi, pembentukan program internasional, pendirian sekolah program internasional, persiapan studi internasional (S1, S2, S3), persiapan pelatihan vokasi internasional, pembiayaan bagi peserta program dan pemanfaatan layanan jasa bank lainnya.
Hadir Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Ketua TP PKK NTT juga Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, Direktur PT Mahakam Anargya Samagata, Doddy Primanda Kadarisman, Kepala Diaas P dan K NTT, Linus Lusi, Direktur Utama Bank NTT, Hary Alexander Riwu Kaho beserta ribuan siswa SMA dan SMK yang ada di Kota Kupang.
Kadis P dan K NTT, Linus Lusi menyampaikan dalam kerja sama ini, ditargetkan ada sekitar 3.000 siswa lulusan SMA dan SMK se-NTT yang akan diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan sambil bekerja di Jerman.
Direktur PT Mahakam Anargya Samagata, Doddy Primanda Kadarisman mengatakan perusahaan mereka adalah bentukan dari Yayasan Global Katalis yang beraktivitas di Jerman dan bergerak di sektor pendidikan dan sosial. Dikarenakan memiliki program pendidikan internasional dan sudah bekerja sama dengan 4 pemprov di Indonesia, maka untuk menjalankan kerja sama tersebut perlu didirikan PT Mahakam Anargya Samagata yang bergerak di Indonesia.
Ia menambahkan, dalam program pendidikan vokasi ini, para calon mahasiswa akan diberangkatkan ke Jerman untuk mengenyam pendidikan S1 sambil bekerja di berbagai sektor industri di Jerman. Pemerintah Jerman telah menerima niat baik dari Yayasan Global Katalis. Di bidang pendidikan Jerman sudah diakui dunia namun masalahnya saat ini adalah kurangnya tenaga kerja pada usia produktif.
Selain itu, Jerman akan memberlakukan pendidikan subsidi 100% dari pemerintahnya yang dimulai pada tahun 2024. Oleh karena itu, peluang pendidikan vokasi dan training industri sangat terbuka. Pemerintah Jerman membuka peluang secara luas bagi anak-anak NTT untuk kuliah dan bekerja di sektor industri di Jerman.
Dalam program ini, mahasiswa dari NTT akan diberangkatkan ke Jerman dan dibiayai oleh pemerintah daerah melalui Bank NTT. Selanjutnya mahasiswa akan mengikuti kuliah vokasi di kampus dan juga bekerja pada sektor industri di Jerman dan mendapatkan upah kerja mulai dari Rp19 juta sampai Rp30 juta per bulan.
Direktur Utama Bank NTT, Hary Alexander Riwu Kaho mengatakan program untuk memberangkatkan siswa melanjutkan studi ke Jerman ini adalah strategi membangun daerah. Selain mereka akan bekerja di Jerman, akan ada pembentukan generasi global yang bakal membangun NTT. Dari studi di luar negeri dengan basis industri secara langsung bisa mengasah SDM NTT.
Dalam sesi wawancara usai penandatanganan kerja sama, Alex menambahkan ada sekitar 70 profesi akademik yang akan disasar oleh peserta pendidikan vokasi dan training industri ini. Keterlibatan Bank NTT adalah memberikan program perbankan yang bisa membiayai persiapan, keberangkatan hingga biaya 1 bulan pertama peserta berada di Jerman. “Kita di NTT memiliki potensi besar, nah yang menjadi kekurangan adalah SDM atau pengetahuan, teknologi dan wawasan,” ucapnya.
Dari program kerja sama ini, para peserta akan mendapatkan pendidikan sambil bekerja dan mendapatkan upah. Selain itu, ke depannya anak-anak NTT setelah kembali ke daerah bisa memberikan warna baru dalam pembangunan karena sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni semasa studi di Jerman.
Dijelaskan Bank NTT menyiapkan skim kredit dan sampai saat ini untuk kepesertaan itu membutuhkan biaya Rp9.700.000 sampai Rp15.000.000. Namun untuk hal itu, Yayasan Global Katalis juga sudah menempatkan dana jaminan ke Bank NTT.
Source: rakyatntt