Lengkapi Observatorium Ada Ide Taman Nasional Langit Gelap NTT

Written by on 28 June 2023

Suara Kupang – Thomas Djamaluddin, peneliti senior di Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengungkap lagi ide destinasi wisata langit malam di Amfoang, Kupang, untuk melengkapi Observatorium Nasional Timau, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dikutip dari blognya, ia menyebut gagasan “Taman Nasional Langit Gelap” tersebut sempat diungkapkan bersamaan dengan pencanangan situs Observatorium Nasional, Timau, NTT, saat masih menjadi Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), 9 Juli 2018.

Taman Langit Gelap secara internasional dikenal sebagai Dark Sky Park, yang dalam bahasa awam disebut “Taman Langit Malam Bertabur Bintang.”

Ketika itu, kata dia, gagasan ini disambut baik oleh warga Amfoang dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Kajian-kajian pun dilakukan oleh berbagai pihak, khususnya LAPAN/BRIN dengan kolaborasi beberapa pihak terkait. Ia mengatakan Amfoang bisa melengkapi keberadaan Observatorium Timau yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Konsep wisata

Menurut dia, Amfoang memiliki keindahan alam selain langitnya yang cerah. Berdasarkan pengamatannya di lokasi, 6 Juni 2023, beberapa pemandangan langit malam yang diklaimnya “terekam di ingatan sebagai pengalaman yang tak terlupakan” di Amfoang.

Pertama, Rasi Crux (Salib Selatan) yang terlihat jelas di antara bintang-bintang di galaksi Bimasakti. Kedua, Rasi Scorpio yang tampak jelas di sebelah timur rasi Salib Selatan, dalam gugusan bintang-bintang di galaksi Bimasakti.

Ketiga, Rasi Ursa Mayor tampak jelas di sisi puncak gunung Timau, di langit utara. Keempat, Planet Venus yang cemerlang di bawah Mars.

Sebelumnya, beberapa hasil penelitian mengungkap polusi cahaya makin meluas seiring kian melebarnya perkotaan.Salah satunya penelitian tim dari Italia, Chile, dan Spanyol, 2022, yang membandingkan polusi cahaya di hampir 50 observatorium.

Hasilnya, setidaknya cuma tujuh dari 28 observatorium utama yang didefinisikan sebagai fasilitas yang memiliki kecerahan puncak dengan cahaya di bawah ambang batas kecerahan langit alami yaitu sebesar 1 persen.

Selain itu, cuma satu dari 28 observatorium utama yang memiliki polusi cahaya di bawah ambang batas 1 persen pada 30 derajat di atas horison.

Source : cnnindonesia


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Current track

Title

Artist

Background
Open chat
Powered by