SuaraKupang – Persoalan hunian layak masih menjadi tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Real Estate Indonesia (REI) NTT menyebut jumlah rumah tidak layak huni di daerah ini mencapai lebih dari 340.000 unit, sementara kekurangan kebutuhan rumah atau backlog diperkirakan mencapai 94.000 unit.
Kondisi tersebut mendorong REI NTT untuk terus mengambil bagian dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan sektor perbankan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) REI NTT, Bobby Pitoby, mengatakan rumah merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.
“Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga tempat keluarga membangun kehidupan yang lebih baik. Karena itu, pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak perlu menjadi perhatian bersama,” jelas Bobby dalam konferensi pers REI Fun Run 2026 di kawasan Car Free Day (CFD), Kota Kupang, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, REI NTT siap bersinergi dengan pemerintah untuk mendukung program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk memiliki hunian yang layak sesuai kemampuan dan kebutuhan mereka.
Dukungan terhadap sektor perumahan juga melibatkan lembaga perbankan, termasuk Bank NTT dan Bank BTN yang menjadi sponsor utama REI Fun Run 2026. Kedua bank tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses pembiayaan perumahan melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), baik bersubsidi maupun komersial.
Komitmen REI NTT tidak hanya diarahkan pada sektor perumahan. Organisasi ini juga terlibat dalam aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores.
Ketua REI NTT, Chandra Sentosa, mengatakan bantuan tahap pertama yang disalurkan berupa sekitar 20 ton beras dan bahan makanan lainnya. Bantuan tersebut menjangkau sekitar 30 titik, termasuk sejumlah wilayah yang sulit dijangkau.
REI NTT juga sedang mempersiapkan bantuan tahap kedua senilai sekitar Rp150 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kami ingin terus mengambil bagian dalam kepedulian terhadap masyarakat NTT. Melalui bantuan ini, kami berharap masyarakat yang terdampak bencana bisa terbantu dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” ungkap Chandra.
Ia menambahkan, REI ingin menghadirkan lebih banyak kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meramaikan Kota Kupang.
Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah REI Fun Run 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026, mulai pukul 06.00 WITA. Kegiatan ini mengambil titik start dan finis di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT.
Ketua Panitia REI Fun Run 2026, Bobby Famdale, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menargetkan 1.000 peserta dengan kategori lari 5 kilometer (5K).
Selain berolahraga, peserta juga dapat menikmati bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), zumba, serta hiburan dari DJ. Panitia turut menyiapkan total hadiah mencapai Rp1 miliar, termasuk satu unit sepeda motor sebagai hadiah utama.
Biaya pendaftaran normal sebesar Rp175.000. Sementara itu, 500 pendaftar pertama mendapatkan harga khusus Rp125.000 dengan fasilitas berupa jersey, nomor dada atau bib, medali, dan goodie bag.
Hingga konferensi pers berlangsung, jumlah pendaftar disebut telah mendekati target yang ditetapkan panitia.
Melalui REI Fun Run 2026, REI NTT berharap masyarakat tidak hanya semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga memahami bahwa pemenuhan kebutuhan rumah layak huni dan kepedulian terhadap sesama membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.