SuaraKupang – Air mata dan emosi mewarnai pemutaran perdana terbatas film drama keluarga Beautiful Pain di Kota Kupang, Minggu, 18 Oktober 2026.
Film produksi Dapur Film Productions ini tidak sekadar mengangkat kisah perpisahan, tetapi juga membawa penonton menyelami perjuangan seorang ibu untuk bangkit dari hubungan yang tidak sehat dan membangun kembali kehidupannya bersama kedua anaknya.
Bahkan, salah seorang penonton mengaku masih meneteskan air mata setelah keluar dari bioskop, tersentuh oleh perjuangan dan kasih sayang seorang ibu yang tergambar dalam film tersebut.
Special screening film Beautiful Pain berlangsung di Cinepolis Lippo Plaza Kupang, Minggu, 18 Oktober 2026. Melalui pemutaran khusus ini, Dapur Film Productions memberikan kesempatan kepada penonton di Kupang untuk menyaksikan lebih awal kisah Niken, yang diperankan Raihaanun.
Niken digambarkan sebagai seorang perempuan yang harus memulai kembali kehidupannya setelah meninggalkan hubungan yang tidak sehat. Ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kehilangan kenyamanan hidup hingga tanggung jawab membesarkan kedua anaknya.
Kisah ini memperlihatkan bahwa keputusan untuk meninggalkan hubungan yang menyakitkan bukanlah akhir dari perjuangan. Ada perjalanan panjang untuk memulihkan diri, menemukan kembali jati diri, dan menata masa depan.
Suasana haru terasa melalui respons penonton yang menyaksikan film tersebut. Dian Salah seorang penonton di Kupang mengaku tersentuh, meskipun dirinya tidak berasal dari keluarga yang mengalami perpisahan.
Ia mengatakan, perjuangan Niken membuatnya merasakan besarnya kasih sayang seorang ibu sekaligus berharap agar perempuan di luar sana diberikan ketangguhan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Diproduseri Hanung Bramantyo, Beautiful Pain turut dibintangi Baim Wong, Tarra Budiman, Jajang C. Noer, Siti Fauziah, Dimas Aditya, Anantya Kirana, Evano Zyan, dan Nikita Mirzani.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Melalui kisah Niken, Beautiful Pain mengajak penonton memahami bahwa di balik keputusan besar dalam kehidupan keluarga, terdapat perjuangan, harapan, dan keberanian untuk memulai kembali.
Sumber : SuaraKupang