SuaraKupang – Universitas Citra Bangsa atau UCB Kupang resmi melaunching Fakultas Kedokteran. Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, pada Rabu, 4 Januari 2026, bertempat di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat UCB Kupang.
Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Dewan Pembina Yayasan UCB Abraham Paul Liyanto, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Kristin Pati, perwakilan Konsulat Timor Leste, Wali Kota Kupang Christian Widodo, para Wakil Bupati dari Manggarai Timur, Sumba Barat Daya, dan Malaka, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, perwakilan Rektor Universitas Airlangga, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, serta unsur Forkopimda.
Peluncuran Fakultas Kedokteran ini menjadi momentum penting bagi Universitas Citra Bangsa dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ketua Dewan Pembina Yayasan UCB, Ir. Abraham Paul Liyanto, menegaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran UCB merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan kebutuhan nasional. Berdasarkan data Konsil Kesehatan Indonesia, rasio dokter dan penduduk di Indonesia masih berada di bawah standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, yakni satu dokter untuk seribu penduduk. Saat ini, satu dokter di Indonesia rata-rata masih melayani sekitar seribu empat ratus hingga seribu enam ratus penduduk.
Ia berharap kolaborasi antara UCB dan RSUD S.K. Lerik dapat melahirkan dokter-dokter yang kompeten, berpengalaman, dan siap mengabdi, khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Rektor UCB Kupang, Prof. Dr. Frans Salesman, S.E., M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembukaan Program Studi Kedokteran merupakan langkah strategis universitas dalam memperkuat peran pendidikan tinggi di bidang kesehatan.
Menurut Prof. Frans, kehadiran Fakultas Kedokteran UCB diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan dokter bagi putra-putri daerah serta menjawab kebutuhan tenaga medis yang masih sangat terbatas di NTT.
Ia menjelaskan bahwa persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran ini telah berlangsung hampir lima tahun, mencakup penguatan institusi, pemenuhan persyaratan teknis dan administratif, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk laboratorium berstandar nasional dan internasional. Seluruh proses tersebut dilakukan dengan pendampingan Universitas Airlangga Surabaya sebagai institusi pembina.
Selain itu, UCB juga telah menjalin kerja sama dengan rumah sakit pendidikan utama untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa kedokteran.
Prof. Frans menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Fakultas Kedokteran UCB sangat tinggi. Jumlah pendaftar calon mahasiswa terus meningkat, bahkan minat juga datang dari beberapa negara di kawasan ASEAN.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UCB menyampaikan bahwa Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan telah memperoleh legalisasi untuk melaksanakan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL, yang ditujukan bagi tenaga kebidanan di NTT agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana dan profesi.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan dan pimpinan Universitas Citra Bangsa atas keberanian membuka Fakultas Kedokteran di NTT. Ia menegaskan bahwa daerah ini masih sangat kekurangan dokter dan berharap Fakultas Kedokteran UCB mampu melahirkan dokter-dokter berkualitas dari putra-putri NTT sendiri.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Ia menilai kehadiran Fakultas Kedokteran UCB sebagai langkah strategis dalam menghadirkan sumber daya manusia unggul, khususnya tenaga dokter, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Kupang dan NTT secara umum.
Sumber : SuaraKupang