Suara Kupang FM

Archipelago Mengangkat Fenomena Kuliner Lewat “60 Seconds To Seoul”

SuaraKupang – Mencoba berbagai sajian makanan dari berbagai penjuru dunia adalah impian bagi sebagian besar orang, khususnya untuk pecinta kuliner. Archipelago, grup manajemen perhotelan terbesar di Asia Tenggara, menghadirkan “60 Seconds to Seoul”, sebuah konsep pop-up kuliner yang membawa cita rasa street food Seoul ke jaringan hotelnya di Indonesia yang merupakan bagian dari rangkaian Archipelago Global Flavours Series.

60 Seconds to Seoul ini menawarkan pengalaman menikmati hidangan khas Korea yang autentik, mudah dinikmati mulai dari Januari hingga Juni. Melalui program ini, Archipelago menghadirkan perjalanan rasa yang terinspirasi dari kuliner jalanan Seoul di seluruh jaringan hotel Archipelago di Indonesia.

Aston Kupang Hotel dalam acara launching 60 Seconds to Seoul, berkolaborasi bersama komunitas KPOP NTT, menghadirkan berbagai acara seperti games seru, random play dance KPOP, dan juga food parade dari Aston Kupang Hotel dengan menggunakan pakaian khas Korea Selatan, Hanbok.

Mulai dari Rp 48.000, para tamu sudah dapat menikmati beragam menu street food Korea yang populer dan penuh karakter, seperti Tteokbokki, Korean Cheese Burger, Gangnam Hot Chicken, Soko Fish Taco, dan Kimchi Fried Rice, serta pilihan hidangan gurih lainnya yang terinspirasi dari suasana jalanan Seoul. Pengalaman bersantap ini dilengkapi dengan dua pilihan dessert khas, seperti Jeju Matcha Puff dan Baesuk Pear, serta empat minuman segar, yaitu Sparkling Yuzu Honey, Shiye Fizz, Maesil Mojito, dan Omija Cooler, untuk menyempurnakan setiap sajian”, ujar Stevy Los, Public Relations Officer Aston Kupang Hotel.

Seluruh menu “60 Seconds to Seoul” tersedia untuk poolside dan room service di Aston Kupang Hotel. sehingga dapat dinikmati oleh tamu hotel maupun masyarakat umum. Melalui program ini, Archipelago terus menghadirkan pengalaman F&B yang kreatif dan berkesan, sekaligus membawa semangat street food Seoul lebih dekat ke Indonesia, tanpa harus meninggalkan tanah air.

Sumber : Radio Suara Kupang