Suara Kupang FM

Pemkab TTU Siap Jadi Tuan rumah PON 2028

Suara Kupang – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), menyatakan kesiapan untuk menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Kesiapan tersebut meliputi infrastruktur dasar, arena pertandingan, hingga fasilitas penunjang bagi atlet dan ofisial.

Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah fasilitas utama yang dapat digunakan selama pelaksanaan PON 2028, khususnya di wilayah Kefamenanu.

Menurut Yosep, peningkatan kualitas jalan menjadi salah satu fokus utama karena berkaitan langsung dengan cabang olahraga yang akan dipertandingkan sekaligus mendukung mobilitas atlet, ofisial, dan panitia.

Selain infrastruktur jalan dan arena, Pemkab TTU juga menyiapkan fasilitas akomodasi. Yosep menyebutkan, rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang berada di Kefamenanu dapat dimanfaatkan sebagai tempat menginap atlet maupun ofisial selama pelaksanaan PON.

“Kita memiliki rusunawa yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan PON di Kefamenanu,” ujarnya,” kepada victorynews.id, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, pemanfaatan fasilitas yang sudah ada menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan tanpa harus membangun seluruh sarana dari awal. Dengan demikian, anggaran dapat digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Yosep menambahkan, kesiapan TTU sebagai tuan rumah PON 2028 tidak hanya ditujukan untuk menyukseskan ajang olahraga nasional, tetapi juga sebagai momentum mendorong pembangunan daerah.

“PON menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperkenalkan TTU ke tingkat nasional,” katanya.

KONI Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah menetapkan rancangan penyebaran venue (tempat) pertandingan 22 cabang olahraga (cabor) yang akan dipentaskan Provinsi NTT selaku tuan rumah PON XXII NTT dan NTB Tahun 2028.

Kota Kupang serta 11 kabupaten lain di Daratan Timor, Flores, Sumba, Alor, dan Rote Ndao, direncanakan akan menjadi venue sejumlah cabor.

Rencana tersebut sudah menyesuaikan dengan potensi dan kesiapan infrastruktur wilayah tersebut.

Penegasan tersebut dikemukakan Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) NTT Linus Lusi melalui Sekretaris Dispora Karel Muskanan dan Sekretaris Umum KONI NTT Lambertus Ara Tukan yang diwawancarai victorynews.id, Rabu (14/1/2026).

Dijelaskan Karel, penetapan 12 kabupaten/kota di wilayah Provinsi NTT sebagai calon tuan rumah penyelenggaraan cabor tertentu, sudah melalui pembahasan yang cukup panjang sejak KONI Pusat menetapkan NTT-NTB sebagai tuan rumah PON 2028, tahun 2023 lalu.

Menurutnya, dalam rapat-rapat tebatas antara Pemprov dan KONI NTT, beberapa kabupaten sempat menjadi alternatif rencana venue cabor. Namun akhirnya, diputuskan sebanyak 12 kabupaten/kota.

Ke-12 wilayah tersebut adalah, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Malaka, Kabupaten Riote Ndao, Kabupaten Alor.

Kemudian untuk venue pertandingan di Daratan Flores, lanjut Karel, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai Barat. “Untuk Daratan Sumba, hanya Sumba Timur dan Sumba Barat Daya (SBD),” ungkapnya.

Terpisah,  Sekum KONI NTT Lambert Ara Tukan menjelaskan, sesuai kesepakatan antara KONI Pusat dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), pada PON 2028 nanti, hanya akan mempertandingkan cabor) yang dipertandingkan dalam arena Olimpiade.

Dengan demikian, sebut Lambert, pada perhelatan PON 2028 mendatang jumlah cabor yang dipertandingkan tidak akan banyak seperti PON-PON sebelumnya,” terangnya.

Menurutnya, KONI Pusat bahkan telah menetapkan 45 cabor yang akan dipertandingkan. Estimasi pembagiannya cabor mengacu pada kesiapan sarana dan pra sarana venue yang dimiliki kedua provinsi.

“Jadi untuk sementara NTB kebagian sebanyak 25-26 cabor, sedangkan NTT kebagian 20-22 cabor saja. Ini masih sementara dan kemungkinan bakal berubah. Bisa berkurang dan bisa juga digelar di provinsi lain,” jelasnya.

Selain mengurangi jumlah cabor yang dipertandingkan di PON menjadi 45 cabor saja, tambah Lambert, KONI Pusat tidak saja fokus pada cabor yang dipertandingkan di Olimpiade.

Akan tetapi, cabor yang dipertandingkan di SEA Games, dan Cabor yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) akan diprioritaskan.

Sumber: https://www.victorynews.id/olahraga/