Suara Kupang FM

Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma Raih Gelar Doktor di Undana Kupang

Suara Kupang – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanis Asadoma, mencatatkan prestasi akademik gemilang dengan sukses menyelesaikan Ujian Terbuka dalam Sidang Promosi Doktor pada Program Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Rabu (26/11/2025) di Grha Cendana, Undana Kupang.

Dibawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Aloysius Liliweri, M.S., serta Kopromotor Prof. Dr. David B.W. Pandie, M.S., dan Dr. Drs. Melkisedek N. B. C. Neolaka, M.Si., Dr. Asadoma berhasil mempertanggungjawabkan disertasinya yang berjudul “Analisis Kebijakan Publik dalam Penyelenggaraan Pendidikan Menengah Berbasis Teknologi Informasi Digital Inklusif di Kota Kupang, Provinsi NTT.”

Sidang ini juga dihadiri oleh perwakilan siswa SMA/SMK, kepala sekolah, serta guru TIK dari delapan sekolah di Kota Kupang yang menjadi lokus penelitian dalam disertasinya.

Dalam proses ini, Johanis Asadoma mempresentasikan disertasinya di hadapan tim penguji internal yang terdiri dari Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D, Dr. Ajis Salim Adang Djaha, M.Si., dan Dr. Laurensius P. Sayrani, S.Sos., MPA. Turut hadir sebagai representasi guru besar Undana, Prof. Dr. Drs. Frans Gana, M.Si.

Sidang promosi ini turut dihadiri oleh penguji eksternal berkelas nasional, Prof. Yudho Giri Sucahyo, Ph.D dari Universitas Indonesia.

Mengawali pemaparannya, Johanis Asadoma dengan tegas menjadikan kesenjangan digital di pendidikan menengah NTT sebagai latar belakang krusial dari penelitiannya.

Berangkat dari rumusan masalah efektivitas implementasi kebijakan, Ia kemudian memperkenalkan Model Asadoma, sebuah kebaruan intelektual Multifasial. Model ini mengintegrasikan tiga pilar krusial yang berargumen bahwa efektivitas implementasi digitalisasi pendidikan tercapai melalui integrasi harmonis ketiga pilar tersebut.

Tiga pilar tersebut mencakup Human Behavior yang fokus pada mengatasi resistensi psikologis aktor terhadap digitalisasi, Kebijakan Afirmatif yang menekankan alokasi sumber daya berpihak dan memprioritaskan sekolah 3T untuk keadilan akses, serta Local Political Will yang mendorong kemauan politik lokal Pemerintah Daerah dan DPR untuk menerbitkan regulasi yang menjembatani kebijakan pusat dengan realitas di lapangan.

Di akhir presentasi, Ia juga menyampaikan pesan bahwa perjuangannya dalam studi selaras dengan visinya membangun pendidikan NTT.

Usai resmi dinyatakan berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Administrasi, Dr. Johanis Asadoma menyinggung perjalanan enam tahun penyelesaian studinya yang sempat tertunda akibat tuntutan tugas. Ia menyampaikan refleksi tersebut sebagai bentuk dorongan bagi generasi muda untuk tetap berkomitmen pada pendidikan.

Sumber: https://kupang.tribunnews.com/