Suara Kupang – Hasil survei terbaru yang dilakukan lembaga riset Ipsos atas nama Meta mengungkapkan jika adanya dukungan yang tinggi dari para orang tua terhadap perusahaan media sosial untuk menghadirkan akun remaja yang memberikan perlindungan tambahan. Memahami kebutuhan tersebut, Meta pertama kali memperkenalkan fitur Teen Accounts atau Akun Remaja di Instagram pada September 2024.
Fitur ini dihadirkan memberikan pengalaman berselancar di dunia digital yang lebih aman untuk pengguna remaja dan memberi rasa tenang bagi orang tua.
Pengguna berusia 13-17 tahun secara otomatis akan diatur ke pengaturan keamanan remaja yang lebih protektif. Pengaturan ini bertujuan untuk membantu menjaga keamanan remaja dalam beraktivitas di Instagram, mulai dari membatasi kontak yang tidak diinginkan, menampilkan konten yang sesuai dengan usia mereka, hingga mengatur batas waktu harian pemakaian.
Hingga saat ini, fitur Akun Remaja Instagram telah menjangkau ratusan juta pengguna remaja di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam studi yang dilakukan Ipsos tersebut, sebagian besar orang tua di Indonesia mendukung adanya akun khusus dengan perlindungan ekstra. Seperti apa hasil survei Ipsos tentang Akun Remaja?
Hasil Survei Meta tentang Dukungan Orang Tua di Indonesia Atas Kehadiran Akun Remaja
Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia, Berni Moestafa, mengungkapkan hasil riset Ipsos tentang dukungan orang tua terhadap Akun Remaja. Menurut Berni, orang tua di Indonesia secara umum mendukung adanya akun khusus untuk remaja dengan perlindungan tambahan. Khususnya, memandang Akun Remaja di Instagram merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat.
Sebagai informasi, hasil survei ini dibahas dalam acara Instagram Safety Camp, yang mempertemukan orang tua, wali, kreator konten, psikolog, dan komunitas. Acara ini memungkinkan mereka saling berdiskusi seputar pentingnya menjaga lingkungan digital yang sehat di rumah. Serta, mendalami lebih dalam pemanfaatan fitur keamanan terbaru yang tersedia pada Akun Remaja (Teen Accounts) di Instagram, Facebook, dan Messenger.
“Hasilnya sangat positif, 91 persen orang tua setuju jika perusahaan media sosial menciptakan akun khusus remaja dengan fitur perlindungan tambahan. Dan 92 persen menilai Akun Remaja Instagram bermanfaat bagi orang tua,” kata Berni dalam acara Instagram Safety Camp di Jakarta, Rabu (15/10).
Survei tersebut juga menyatakan 87 persen orang tua mengatakan Akun Remaja Instagram membuat mereka lebih percaya diri saat remaja mereka menggunakan Instagram.
“Hasil ini menjadi penting karena memberikan rasa percaya diri kepada orang tua, bahwa anak-anak mereka ketika menggunakan Instagram berada di dalam lingkungan yang aman,” tuturnya.
Selain itu, lebih dari 90 persen orang tua menyatakan setiap perlindungan bawaan pada Akun Remaja Instagram bermanfaat untuk mendukung anak remaja mereka di Instagram.
Survei ini dilakukan pada medio Agustus dengan melibatkan 1.001 orang dewasa yang merupakan orang tua atau wali dari setidaknya satu anak remaja berusia 13-17 tahun. Wawancara dilakukan secara daring dengan credibility interval ± 3,5 poin.
Dalam pengembangan Akun Remaja, Berni menjelaskan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dan perlu berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, salah satunya orang tua. Ya, Meta juga turut melibatkan orang tua dalam berbagai sesi dialog, yang tujuannya untuk mengumpulkan berbagai insight mereka tentang fitur Akun Remaja.
“Akun Remaja diluncurkan untuk menjembatani berbagai isu dan keluhan orang tua yang berkaitan dengan keamanan anak remaja mereka saat menggunakan Instagram. Di satu sisi, ada upaya [orang tua] melarang sama sekali akses terhadap platform media sosial. Tetapi, di sisi lain juga mungkin orang tua membebaskan anak-anak mereka berselancar [di media sosial]. Dua kelompok ini kita coba mencari solusi yang lebih baik untuk menyeimbangkan perlindungan dan akses kepada anak-anak mereka,” tutur Berni.
Bernie mengungkapkan, dukungan kuat dari para orang tua membuat Meta kini memperluas cakupan perlindungan fitur Akun Remaja. Bila sebelumnya berlaku di Instagram saja, tetapi saat ini fitur ini telah diperluas hingga Facebook dan Messenger.
“Meta memperluas cakupan perlindungan fitur Akun Remaja, yang pertama kali diluncurkan di Instagram pada awal tahun ini, ke Facebook dan Messenger di Indonesia. Akun khusus ini dilengkapi perlindungan bawaan untuk membatasi siapa yang dapat menghubungi pengguna remaja, mengatur konten yang mereka akses, serta memastikan waktu yang mereka gunakan di dunia maya dimanfaatkan secara bijak,” ujar Berni.
Ia berharap kehadiran Akun Remaja dapat memberikan ketenangan serta menjadi jawaban atas keresahan para orang tua dan wali terkait aktivitas anak-anak remaja mereka di media sosial.
“Tujuan kami adalah memberikan ketenangan pikiran yang lebih baik untuk orang tua dan wali. Sekaligus memberdayakan remaja untuk terhubung, belajar, dan menjelajah secara aman di dunia digital. Di Meta, kami tetap berkomitmen untuk mendukung keluarga dalam menciptakan pengalaman daring yang lebih aman dan positif bagi remaja di Indonesia,” tutup Berni.
Sumber: https://kumparan.com/