Suara Kupang FM

Kepemimpinan Kolaboratif Jadi Kunci Pembangunan NTT, Tegas Gubernur Saat Tutup Retret 2025

SuaraKupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena,  secara resmi menutup kegiatan Retret Kepemimpinan Strategis Pejabat Struktural Lingkup Pemerintah Provinsi NTT Tahun 2025 selama lima hari di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Senin, 13 Oktober 2025.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan harapannya agar hasil dari kegiatan Retret yang diikuti oleh para pejabat struktural ASN dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pelayanan publik di wilayah NTT.

kegiatan retret ini diselenggarakan oleh BKD Provinsi NTT bekerja sama dengan Universitas Pertahanan (Unhan) yang diikuti oleh 600 ASN. Diharapkan Hasilnya tidak hanya dirasakan secara personal oleh peserta, namun juga tercermin dalam kualitas pelayanan di tempat kerja masing-masing.

“Tidak ada lagi kerja sendiri-sendiri, lupakan ego dan perkuat kerja sama. Kita butuh kerja sama dan kolaborasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Melki juga menguraikan strategi pembangunan berbasis Dasa Cita yang menjadi panduan utama program Pemprov NTT. Setiap pejabat, katanya, harus menjadi motor perubahan yang memastikan setiap rupiah anggaran dibelanjakan dengan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Setiap rupiah yang kita keluarkan harus bermakna dan berdampak bagi publik. Itulah pemerintahan yang ingin kita bangun transparan, terukur, dan berorientasi hasil,” tegasnya.

Gubernur juga menegaskan pentingnya manajemen waktu dan disiplin kerja yang tinggi bagi seluruh pejabat Pemprov NTT. Ia mencontohkan rutinitasnya sendiri yang terjadwal ketat dari pagi hingga malam, dan meminta agar setiap pejabat membuat agenda harian, mingguan, hingga per bidang secara jelas.

Dalam kondisi keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah, Gubernur Melki juga mengingatkan agar setiap rupiah yang digunakan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menutup arahannya,Melki mengajak seluruh pejabat Pemprov NTT untuk tidak hanya menjadi birokrat yang administratif, tetapi juga “entrepreneur birokrasi” yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Sumber : SuaraKupang